NoonGil Revolusi Industri 4.0 Drama Start-Up

NoonGil Revolusi Industri 4.0 Drama Start-Up

Belakangan ini, dunia memang mulai memasuki revolusi industri 4.0. Sistemnya mengubah cara hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lainnya. Ruang lingkup dan kompleksitasnya bertransformasi atau belum dialami manusia sebelumnya.

Pada awalnya, revolusi industri bergerak pada tenaga air dan uap untuk mekanisasi produksi. Selanjutnya, mulai ditemukan tenaga listrik dan kemudian memanfaatkan kecanggihan informasi serta perangkat elektronik untuk mengotomatisasi produksi massal.

Tidak hanya sampai di situ saja, masih ada hal lain yang terjadi pada dunia industri yakni revolusi digital. Revolusinya tersebut merupakan hasil dari perpaduan kecanggihan dengan perangkat elektronik yang ada.

Hingga akhirnya revolusi industri 4.0 mengalami perkembangan lebih baik dengan menambahkan perpaduan lainnya. Beberapa diantaranya adalah pada bidang biologis, produksi, tata kelola, dan juga manajemen.

Di zaman yang sudah memasuki era digitalisasi, tentu sangat mungkin untuk terhubung hanya dengan perangkat seluler. Tapi, perlu diketahui pada perangkatnya tetap ada komponen lain seperti penyimpanan dan akses pengetahuan.

Dari situ, akhirnya muncul berbagai macam terobosan baru di bidang kecerdasan buatan, robotika, dan juga internet of things. Tidak hanya itu, dalam dunia biologi juga akhirnya tercipta ilmu baru bioteknologi.

Kecerdasan buatan sudah berkembang di lingkungan masyarakat, misalnya saja seperti asisten virtual. Seperti pada salah satu drama Korea Start-Up yang mengembangkan Noongil sebagai bukti dari adanya revolusi industri 4.0.

Berawal dari drama Start-Up, ada banyak pengembang yang akhirnya mewujudkan sistem seperti Noongil di dunia nyata. Hingga sekarang, ada banyak Noongil yang tersebar di dunia nyata dan telah mendapatkan pengembangan.

Noongil sebagai Bentuk dari Adanya Revolusi Industri 4.0

Untuk Anda yang sudah mengikuti setiap episode dari Korean Drama Start-Up tentu tidak asing dengan NoonGil. NoonGil merupakan program yang dibuat dan dikembangkan oleh Nam Do-San dari perusahaan Samsan Tech.

Program tersebut dibuat untuk dimanfaatkan bagi orang-orang dengan keterbatasan penglihatan. Bisa dibilang, program berbasis aplikasi tersebut dibuat untuk membantunya dalam mengidentifikasikan benda-benda yang ada di hadapannya.

Programnya menjadi bukti nyata betapa inovatif dan kreatifnya manusia setelah adanya revolusi industri 4.0. Dengan menggabungkan beberapa komponen, manusia bisa menciptakan hal yang baru dan bermanfaat.

Seperti pada NoonGil, Nam Do-San berhasil menciptakan program dari perpaduan dua komponen saja. Komponen tersebut adalah kamera serta suara yang dikeluarkan dari smartphone para penggunanya.

Program buatan Nam Do-San ini tentu sangat bermanfaat bagi orang yang benar-benar membutuhkannya. Dengan begitu, orang-orang itu bisa berjalan seperti orang normal tanpa menggunakan tongkat sekalipun.

Mungkin bisa Anda bayangkan, betapa indahnya kehidupan para tunanetra di mana akhirnya bisa melihat berkat adanya revolusi industri 4.0. Dengan begitu, kehidupan menjadi lebih mudah.

Tapi, pada dramanya juga dijelaskan bahwa inovasinya ini dipandang kurang dalam menembus pasar. Pasalnya, akan susah untuk mencari investor yang akan membiayai aplikasi dan pengembangannya.

Cara Kerja dari NoonGil Milik Nam Do-San

Menjadi salah satu Drama Korea populer karena di dalamnya terdapat terobosan baru. Begini cara kerja dari NoonGil milik Nam Do-San yang digunakan untuk membantu tunanetra.

Pada pembuatannya, NoonGil mengadopsi beberapa komponen dan layanan seperti computer vision. Computer vision merupakan salah satu dari bentuk adanya revolusi industri 4.0 dan digunakan untuk membantu melihat benda sekitar.

Dengan menggunakan computer vision, program bisa menampilkan berbagai benda di sekitar dan mengidentifikasikannya. Bisa dibilang jika, benda-benda di sekitar bekerja seperti sistem QR Code yang digunakan untuk menampilkan informasi.

BACA JUGA :  Cara Merawat HP Supaya Anti Lelet

Agar bisa mengenali benda-bendanya tersebut, pengembangnya perlu mengenalkannya terlebih dahulu antara sistem dan bendanya. Atau untuk lebih mudah dimengertinya, programnya membutuhkan gambaran awal dari bendanya dulu.

Tingkat akurasi dari revolusi industri 4.0 harus dikembangkan agar penggunanya bisa mengenal berbagai benda. Maka dari itu, pengembangnya harus selalu aktif mengumpulkan dan menambahkan informasi ke dalam program buatannya.

Ada juga program lain yang disematkan oleh Nam Do-San, yakni deep learning untuk klasifikasi objek. Pada sistem ini, dikatakan bahwa komputer akan melihat benda-benda sebagai potongan gambar atau puzzle.

Komputer akan menyusun potongan gambar itu seperti ketika Anda memainkan puzzle. Setelah jadi, komputernya akan menerjemahkan gambarnya itu. Dengan bantuan deep learning, proses penerjemahan objek akan semakin mudah.

Pengaplikasian NoonGil di Dunia Nyata

Beberapa orang mengatakan bahwa Samsan Tech itu nyata, tapi ada juga yang menganggapnya hanya fiksi. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa aplikasi-aplikasi NoonGil itu benar-benar nyata dan ada.

Meskipun memiliki nama berbeda, aplikasi tersebut masih sama-sama hasil dari revolusi industri 4.0. Selain itu, aplikasinya juga memiliki fungsi yang sama, yakni memberikan kehidupan kepada tunanetra.

Untuk cara kerjanya juga sama, Anda hanya perlu mengarahkan kamera dari perangkat smartphone ke suatu objek. Dari situ, komputer akan mulai menerjemahkan dari susunan gambar yang telah diambilnya.

Beberapa diantaranya masih perlu dilakukan pengembangan program agar bisa berjalan dengan lebih baik. Bukan hanya di luar sana, tapi salah satu universitas di Indonesia yakni UGM juga pernah mengembangkannya.

Alatnya tidak hanya bisa mengidentifikasi benda-benda saja, tapi terdapat juga fitur tracking keberadaan dari penggunanya. Ini merupakan salah satu hasil dari revolusi industri 4.0 yang sangat membantu.

BACA JUGA :  Tutorial Cara Membuat Blog melalui Platform WordPress

Dengan menggunakan alatnya, kecelakaan yang mungkin saja menimpa para penyandang tunanetra bisa diminimalisir. Selain itu, dengan menggunakannya tunanetra bisa pergi ke tempat-tempat secara bebas karena terdapat fitur lokasi.

Sebelumnya, alat ini diberi nama dengan K-Netra yang diperkenalkan sekitar pada tahun 2016 lalu. Dikatakan oleh pembuatnya, ketika membuat K-Netra memang membutuhkan waktu panjang salah satunya ketika pengumpulan informasi.

Platform Pembantu Para Penyandang Tunanetra

Ternyata, ada beberapa aplikasi di ponsel dengan kegunaan sama seperti NoonGil. Tapi, tingkat keakurasiannya mungkin berbeda. Berikut adalah beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu penyandang tunanetra.

1.      Ayobaca. In

Ayobaca merupakan hasil dari revolusi industri 4.0 di mana memiliki kegunaan untuk membacakan berbagai buku kepada para tunanetra. Bisa dibilang, aplikasinya bekerja seperti audio book.

2.      Tap Tap See

Aplikasi lain yang bisa dimanfaatkan oleh para penyandang tunanetra adalah Tap Tap See. Aplikasinya digunakan untuk mengidentifikasi objek di sekitarnya dengan cara mengarahkan smartphone ke objeknya.

3.      Mas Jawa T-Netra

Produk lain dari perkembangan revolusi industri 4.0 adalah Mas Jawa T-Netra. Fungsinya sendiri hampir sama seperti Tap Tap See yang digunakan untuk mengidentifikasi benda-benda sekitar.

4.      Talking Notif Girl

Penyandang tunanetra bisa mencoba aplikasi satu ini, di mana memiliki fungsi memberitahukan jika ada notif masuk pada ponsel. Tidak hanya itu, aplikasinya juga bisa membacakan pesan masuk di ponselnya.

5.      Lazarillo GPS

Hampir mirip dengan Google Maps, tapi perbedaannya adalah Lazarillo digunakan untuk tuna netra. Aplikasinya akan memberitahukan tempat-tempat di sekitarnya agar penggunanya tidak tersasar jauh dari tempat tinggalnya.

Penyandang tunanetra memang kurang diperhatikan, oleh sebab itu orang-orang dengan keterbatasan membutuhkan asisten yang siap kapan saja. NoonGil hadir dari adanya perkembangan revolusi industri 4.0 yang berperan sebagai asisten tunanetra.

Leave a Reply

Your email address will not be published.