INDONESIA membatalkan pelaksanaan ibadah Haji pada tahun 2020 lantaran wabah corona virus disease (Covid-19). Peniadaan salah satu rukun Islam tersebut tentu saja mengejutkan banyak pihak, termasuk masyarakat Aceh.

Sebagai provinsi satu-satunya yang melaksanakan syariat Islam di Indonesia, peniadaan haji ini tentu sangat disayangkan. Hal inilah yang membuat sejumlah pihak di Aceh mengusulkan agar daerah ini melaksanakan ibadah haji secara mandiri.

Wacana tersebut muncul dengan mempertimbangkan adanya keistimewaan bagi Aceh untuk melaksanakan syariat Islam di Indonesia. Selain itu, Aceh juga memiliki Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau dikenal UUPA yang memberikan peluang bagi pemerintah daerah melaksanakan haji mandiri.

Hal inilah yang disebut oleh salah satu tokoh masyarakat di Aceh, Tarmizi A Hamid, sebagai peluang untuk wacana itu. Pria yang akrab disapa Cek Midi tersebut juga memaparkan beberapa indikator lain, yang dianggap dapat “membujuk” pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar rakyat Aceh dapat menjalankan ibadah Haji dalam situasi-situasi tertentu, seperti halnya dalam kondisi wabah Covid-19 sekarang ini.

Simak wawancara lengkap SumateraPost.com dengan Tokoh Masyarakat Aceh, Tarmizi A Hamid dalam rubrik “Kata Mereka” bertema Sejarah Haji dan Peluang Rakyat Aceh ke Tanah Suci di Tengah Pandemi” yang berlangsung di Banda Aceh, Sabtu, 4 Juli 2020 siang.(*)