INFORMASI pembangunan komplek perumahan yang dilakukan oleh salah satu developer di Kawasan Gampong Pande Banda Aceh menyentak para aktivis kebudayaan. Mereka khawatir proyek tersebut bakal menghilangkan batu-batu nisan berinskripsi yang ada di kawasan. Terlebih diantara batu nisan yang pernah ditemukan di kawasan pemakaman kuno itu diketahui merupakan milik tokoh penting di masa Kesultanan Aceh Darussalam.

Banyak aktivis kebudayaan dan pecinta sejarah Aceh bereaksi atas hal ini. Salah satunya adalah Thayeb Loh Angen, aktivis Forum Kota Pusaka Sumatra. Thayeb dalam wawancaranya bersama Boy Nashruddin Agus bahkan menyebut bahwa Aceh bukan bangsa Meuadab seperti yang didengungkan selama ini.

Simak ulasan panjang Thayeb Loh Angen tentang mengapa batu nisan era kesultanan penting diselamatkan dalam rubrik video “Kata Mereka: Aceh Bukan Bangsa Meuadab”[]