KRUENG Daroy merupakan salah satu sungai buatan yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1620. Sungai itu pada awalnya disebut Darul Isky sebagai pelengkap arsitektur Taman Ghairah atau Taman Bustanussalatin dan Pinto Khop.

Taman ini pada masa Aceh menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berubah nama menjadi Taman Putroe Phang.

Krueng Daroy mengalir hingga ke Taman Putroe Phang atau Taman Bustanussalatin (Taman Ghairah) | Foto: Boy Nashruddin Agus

Hulu sungai tersebut berada di sebuah mata air, di kawasan Mata Ie, Aceh Besar.

Dulu, hulu itu disebut Jabalul A’la yang mengalir hingga ke hilir di Gampong Pande.

Iskandar Muda memerintahkan arsitek kerajaan untuk membelokkan aliran air sungai tersebut menuju Taman Ghairah dan Darud Donya.

Aliran baru itulah disebut Krueng Daroy, sementara aliran lama yang mengalir ke Krueng Pande disebut Krueng Dhoe.[]

Teks dan foto: Boy Nashruddin Agus/SumateraPost.com