GEURUMBANG atau pohon mangrove yang hidup di sekitar garis pantai, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Lhok Mèe. Air yang jernih dan karakteristik ombak dari Selat Malaka yang cukup tenang dibandingkan pantai lain di Aceh, turut menjadi pemikat orang-orang datang ke pantai tersebut.

Lhok Mèe secara administratif terletak di Gampong (desa) Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Jarak pantai yang juga disebut Pasir Putih itu sekitar 40 kilometer dari ibukota Aceh, Banda Aceh. Lokasinya pun tak jauh dari Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya yang jaraknya hanya sekitar 2 kilometer saja.

Wisatawan menikmati pantai Lhok Mèe | Foto: Boy Nashruddin Agus

Perjalanan menuju ke lokasi pantai ini sangat menyenangkan. Deretan bukit karang dengan rimbunnya perdu di sekitar kawasan turut memanjakan mata wisatawan. Selain itu, jalan aspal yang naik turun khas jalur perbukitan disertai tikungan tajam di beberapa titik akan menjadi fenomena sendiri bagi pengunjung yang ingin ke lokasi. Hamparan laut luas di satu sisi dan deretan tebing serta perbukitan hijau di perjalanan juga menjadi hiburan lain yang menentramkan mata.

Wisatawan menikmati pantai Lhok Mèe | Foto: Boy Nashruddin Agus

Hamparan pasir putih nan bersih sepanjang bibir pantai akan dijumpai para pengunjung di Lhok Mèe. Para wisatawan pun akan disambut angin sepoi-sepoi setiba di lokasi wisata itu.

Berbagai jenis terumbu karang cantik disertai ikan-ikan lucu yang berenang di air dangkal pun “tersaji” di pantai ini. Tak hanya itu, beragam jenis burung yang bersarang di pohon geurumbang pun dapat dijumpai di sana.

Wisatawan menikmati pantai Lhok Mèe | Foto: Boy Nashruddin Agus

Wisatawan tak perlu pusing dengan fasilitas di lokasi wisata ini. Berbagai menu kuliner khas pesisir di Aceh, dengan harga relatif terjangkau, akan mudah dijumpai di kawasan wisata Pantai Lhok Mèe. Begitu pula dengan fasilitas ibadah dan lokasi parkir yang luas membuat tamu menjadi lebih leluasa.

Pantai Lhok Mèe yang sering dikaitkan dengan Kerajaan Lamuri, salah satu kerajaan laut agraris yang pernah berdiri di Aceh ini, dibuka saban harinya dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pengunjung cukup merogoh kocek sedalam Rp5 ribu jika ingin masuk ke lokasi. Harga karcis itu sudah termasuk biaya parkir, baik untuk kendaraan roda dua, roda tiga, maupun kendaraan roda empat.[]