RIMBUNNYA pepohonan cemara bakal menyambut wisatawan yang masuk ke kawasan ini. Pasir lembut nan bersih langsung terhampar di depan mata, begitu tiba di lokasi itu. Namanya Pantai Lampuuk, kawasan wisata bahari yang bertahan meski pernah dihantam tsunami.

Pantai Lampuuk Aceh Besar | Foto: Boy Nashruddin Agus

Garis pantai di kawasan tersebut terbilang panjang, sambung menyambung dengan pantai Babah Dua hingga Pantai Tebing Eumpee Nulu. Ombaknya liar, tinggi, dan memicu adrenalin bagi para pecinta selancar. Sementara di ujung pantai terdapat tebing nan curam, dapat dimanfaatkan bagi “penggila” panjat tebing dan penyuka olahraga ekstrim lainnya.

Meski memiliki pantai yang panjang, akan tetapi tidak semua laut di sana dapat dipergunakan oleh wisatawan. Pengelola lokasi telah memasang papan peringatan “Kawasan Dilarang Mandi” di beberapa titik, di kawasan tersebut.

Lampuuk berjarak sekitar 20 Km dari pusat ibukota Aceh. Berada di Jalan Raya Lampuuk Desa Meunasah Masjid Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Para pengunjung dibanderol Rp3000 per orang setiap datang ke pantai tersebut.

Banyak hal menarik tersaji di pantai ini, tak hanya dari sisi pantai nan memukau mata hingga ombak nan gila, tetapi juga beberapa satwa liar serupa penyu, lutung, hingga burung raja udang dapat ditemui di pantai ini.


Selain itu, pantai Lampuuk juga kerap dimanfaatkan muda-mudi untuk berburu spot selfie. Matahari terbenam adalah salah satunya.

Beragam kuliner khas biota laut juga menjadi menu andalan di pantai ini. Seperti ikan bakar, mie udang, jagung bakar, kelapa muda hingga kopi dapat dipesan di pantai ini.[]