img: harapanrakyat.com

Jika buku adalah jendela dunia maka internet adalah teropongnya, begitulah perumpamaan kehidupan manusia kini dgn perkembangan teknologi, telah memberikan dampak baik beserta buruk.

Jauh sebelum Facebook di dirikan oleh mahasiswa Harvard yg dropout, internet pernah di kuasai oleh Friendster salah satu sosmed yg pernah berjaya. Berbeda dengan Facebook Friendster dulunya terbilang cukup kaku, hanya orang yg doyan internet yg sering menggunakannya, di tambah lagi saat itu belum ada telepon pintar dan akses internet tidak semudah sekarang.

Sekarang ini berkat perkembangan teknologi informasi orang-orang tak perlu lagi berkutat di depan komputer untuk bersentuhan dgn internet, cukup lewat smartphone kita sudah bisa memantau kehidupan seseorang, siapa yg baru menikah, putus cinta, beli mobil baru, dan beragam karater manusia.

Di Friendster anda tidak bisa mengontak seseorang tanpa mengetahui email, jadi email ini fungsinya hampir serupa nomor HP, lalu muncullah Facebook di tahun 2004 yg awalnya hanyalah sebuah web komunitas kampus, yg kemudian menjelma menjadi tempat orang-orang bisa saling terhubung, memposting foto, dll.

Berbeda dgn Friendster Facebook cenderung bebas dan fleksibel, bahkan sangking terbukanya anda bisa mengetahui beragam informasi seseorang meski tidak berteman, awalnya seperti itu hingga Facebook di cap sebagai situs dgn privasi paling buruk, tak lama kemudian barulah Facebook berbenah orang-orang mulai bisa mengatur siapa yg dapat melihat informasi mereka termasuk status dan postingan.

Karakter pengguna sosmed memang beragam begitu pula dgn tujuannya, ada yg netral, suka pamer, melakukan hal negatif hingga positif, semua bisa di ekspresikan dengan mudah, hingga tak jarang banyak harus berurusan dgn hukum sangking mudahnya melakukan hal negatif.