@antaranews

Kontroversi pemblokiran akun Dewa Kipas milik Dadang Subur di situs Chess.com yang sempat viral beberapa hari lalu rupanya masih belum surut.

Analisis berbeda datang dari pengamat catur Indonesia yang juga bergelar Master Nasional, Heri Darmanto, dimana menurutnya pemblokiran akun Dewa Kipas oleh situs Chess.com sudah tepat.

Menurut Heri, server catur layanan online Chess.com sudah sangat terkenal dan terpercaya sehingga banyak digunakan oleh para pecatur, baik profesional, maupun amatir, di seluruh dunia.

“Itu terbukti dari jumlah member-nya yang sekarang ini sudah mencapai 59 juta, jadi dari jumlah member tersebut, bisa digambarkan bahwa server ini dipercaya,” kata Heri dalam temu media virtual, Jumat (12/3/2021).

Selain itu, Heri menambahkan bahwa layanan catur Chess.com memiliki fitur-fitur yang cukup lengkap, salah satunya dalam mendeteksi kecurangan dan pelanggaran.

“Teknologi untuk fairplay policy, pendeteksian kecurangan dan pelanggaran ini sudah diverifikasi oleh sekelompok grand master dari tim, sudah diuji oleh grand master yang kompeten dan teruji lulus,” kata Heri.

Hari melanjutkan, “sehubungan dengan viralnya kasus Dewa kipas dan Gotham chess, hak banned ini sebenarnya murni dipegang oleh moderator atau admin tim dari chess.com tersebut yang terdiri dari banyak grand master.”

“Jadi, layanan ini adalah layanan profesional jadi tidak akan mungkin mempertaruhkan nama baiknya dengan mem-banned pemain secara sembrono atau serampangan, mereka pasti sudah mempertimbangkan faktor banned ini kepada akun-akun yang melanggar,” jelas Heri.

Kepercayaan dunia pada catur online, menurut Heri, dapat terlihat dari turnamen-turnamen resmi yang digelar pada layanan server ini, bahkan federasi catur dunia FIDE sering mempercayakan turnamen catur yang sifatnya online peda server Chess.com.

Salah satu turnamen yang sudah digelar adalah FIDE online corporate, kejuaraan catur online antarperusahaan yang mana Indonesia diwakili oleh PT Pelindo. Lalu, ada ajang tertinggi FIDE online dan chess olimpiade online.

Hal ini muncul saat akun Dewan Kipas diblokir oleh chess.com yang mengakibatkan netizen Indonesia melontarkan komentar “menyerang” dalam akun medsos GothamChess dan chess.com, seperti di Twitter, Instagram dan juga YouTube karena tidak terima akun Dewa Kipas diblokir atau di-banned.

Sementara itu, terkait alasan pemblokiran akun di Chess.com, menurut Heri, mereka tidak akan membongkar secara rinci alasan pemblokiran.

“Artinya merahasiakan proses banned kepada pemain. Kalau dibongkar takut disalahgunakan oleh pengguna yang nakal kalau algoritma dibongkar ke publik,” kata Heri.

Sehingga proses pemblokiran akun Dewa Kipas setelah menang dari GothamChess adalah hak prerogatif tim moderator Chess.com dan sudah disampaikan dalam akun Twitter Chess.com.

“Ter-banned-nya akun dewa kipas ini tidak semata-mata laporan dari pengguna atau penggemar Gotham Chess, tapi sudah ditelisik, dianalisis sedemikian rupa oleh tim moderator oleh Chess.com,” ujar Heri.

(dwk)