LAPORAN penipuan melalui aplikasi WhatsApp kian marak. Sejumlah pengguna melaporkan di media sosial tentang pengambilalihan akunnya untuk aksi kejahatan oleh hacker. Hal inilah yang membuat The Malaysian Communications and Multimedia Commision (MCMC) mengeluarkan peringatan agar masyarakat di negara jiran lebih waspada.

Salah satu modus pembajakan aplikasi WhatsApp adalah scammer yang menyamar sebagai individu atau usaha tertentu berpura-pura salah memasukkan nomor telepon korban, saat mencoba menyelesaikan transaksi online. Pelaku juga mengirimkan kode otorisasi ke telepon korban, dan meminta korban untuk kembali mengirim kode tersebut.

Permintaan seperti ini bahkan bisa datang dari anggota keluarga atau teman korban. Tentu saja akun tersebut, “telah dibajak oleh penipu.”

Dilansir dari CNBC, MCMC mengatakan taktik seperti ini biasanya menyesatkan korban dengan berpikir bahwa mereka mengirimkan TAC (kode otorisasi transaksi). Korban juga biasanya tidak mencurigai bahwa sedang diincar sebagai mangsa oleh scammer. Padahal apa yang dilakukan oleh korban adalah menyerahkan kode verifikasi enam digit ke akun WhatsApp korban sendiri.

Modus lainnya, scammer menyamar sebagai karyawan WhatsApp untuk membodohi pengguna. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kode verifikasi akun WA mereka.

Selain itu, penipu juga terkadang secara sengaja memasukkan kode beberapa kali agar gagal masuk ke akun WA seseorang. Tujuannya agar sistem aplikasi pesan instan tersebut menghubungi pengguna soal kode verifikasi mereka.

Nantinya, scammer yang berpura-pura jadi orang lain akan menghubungi pengguna untuk meminta kode itu. Jika pengguna tidak menjawab panggilan otomatis oleh WhatsApp, maka penipu bakal menebak secara acak atau meminta kode PIN kotak suara pengguna untuk mengakses rekaman.

Atas segala modus pembajakan itulah para pengguna WhatsApp diharap dapat selalu curiga, jika sewaktu-waktu ada yang meminta kode verifikasi enam digit oleh seseorang. Pengguna WA juga diminta untuk mengaktifkan verifikasi dua faktor di akun mereka. Selain itu selalu gunakan nomor PIN yang lebih rumit untuk kotak suara sebagai tindakan keamanan tambahan.

Namun jika akun Anda berhasil dicuri, maka Anda harus masuk ke WhatsApp dengan nomor telepon dan memverifikasi dengan memasukkan kode enam digit yang diterima melalui SMS. Setelah memasukkan kode SMS enam digit, orang yang menggunakan akun Anda akan keluar secara otomatis.[]