Bitcoin merupakan mata uang digital yang di perkenalkan pertama kali pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto sosok yang sampai saat ini masih misterius, meski belakangan banyak pihak yang mengaku sebagai orang dibalik Satoshi Nakamoto.

Di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia mata uang digital atau cryptocurrency ini di perjual belikan di situs-situs internet seperti Coinbase, Binance, FTX dan lain sebagainya yang disebut juga crypto exchange. Di Indonesia sendiri ada beberapa situs cukup populer seperti Luno, Indodax dan lain sebagainya.

Meski populer sebagai pelopor mata uang digital, kini Bitcoin bukanlah satu-satunya yang beredar di pasaran, pada tahun 2011 muncul mata uang baru yaitu Namecoin yang mengawali kemunculan mata uang lain seperti Ethereum, Ripple, Bitcoin Cash, Litecoin dan mata uang lainnya yang konon mencapai ratusan.

Mata uang ini memiliki harga yang berbeda satu sama lain, sifatnya sangat fluktatif dan bergantung pada supply on demand. Saat ini satu Bitcoin atau BTC dihargai 171 juta rupiah, naik tiga kali lipat dari harga bulan Januari 2019 dimana saat itu harganya masih 50 juta.

Sifatnya yang fluktuatif dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai asset investasi meski cukup beresiko, mengingat tidak adanya indikator yang pasti akan naik dan turunnya harga, Bitcoin bisa didapat dengan dua cara yaitu trading dan mining.

Trading merupakan proses jual beli seperti saham atau forex dimana orang-orang akan memanfaatkan selisih harga jual dan beli. Sekarang ini dengan modal HP dan sedikit uang kita sudah bisa melakukan trading layaknya dibursa saham.

Mining atau tambang merupakan proses yang lebih rumit, butuh komputer dengan spesifikasi tinggi dan canggih untuk melakukan serangkaian proses matematika untuk menghasilkan Bitcoin.

Seperti dilansir dari situs blockchainmedia.id, jumlah Bitcoin didunia sangat terbatas hanya ada 21 juta, sementara yang beredar di pasaran sekitar 18,3 juta, jadi ada sekitar 2,6 juta yang belum ditambang.[]