img: rubicomp.com

Seiring dengan perkembangan teknologi yg begitu pesat di Indonesia kebutuhan akan tenaga IT pun makin meningkat pula, tak terkecuali di provinsi paling barat Sumatra yaitu tanah rencong. Bagi anda yg ingin berkarir atau hendak masuk ke bidang ini, ada beberapa kampus yg bisa menjadikan referensi, seperti MIPA Unsyiah, AMIKI, Universitas Serambi Mekkah, dll.

Kuliah di kampus atau jurusan IT memang tidak serta merta membuat seseorang menjadi SDM yg terampil sehingga siap menghadapi kebutuhan zaman, apalagi jika kuliah hanyalah sebagai pelarian tanpa dorongan yg kuat atau yg lebih parah salah ambil jurusan. 

Hal inilah yg kemudian melahirkan kekacauan di kemudian hari setelah lulus, dimana banyak sarjana IT yg tidak menguasai satu pun disiplin ilmu yg ada atau sub-sub bidang entah itu desain, jaringan, pemograman, dll.

Jika di bandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia seperti Jakarta, Bandung misalnya Aceh memang belum memiliki industri atau perusahaan teknologi (startup) yg mampu menyerap tenaga, jika pun ada sifatnya masih personal dgn beberapa pekerja yg di bayar per proyek.

Meski demikian anak-anak muda Aceh yg kebanyakan berasal dari berbagai kampus, tidak mau menyerah begitu saja, mereka mendirikan komunitas sebagai wadah pembelajaran ‘ekstra’ di luar kampus, apalagi kurikulum kampus kerap kali tertinggal oleh perkembangan IT yg cukup pesat.

Bicara soal SDM tak lengkap rasanya jika tidak bicara soal penghasilan atau bayaran, di Aceh gaji IT memang relatif kecil jika di bandingkan dgn di kota besar yg sudah lebih maju, ukurannya memang bukan soal keahlian, dsb tapi tempat bekerja, beberapa orang teman pernah bercerita soal penghasilan mereka sebagai IT.

Bagi sebagian orang bidang IT sering kali di salah pahami hingga menimbulkan salah tafsir dalam keseharian, teknologi dan sistem informasi seharusnya mempermudah kehidupan manusia bukannya mempersulit apalagi dianggap sebagai unjuk kecanggihan yg tidak ada hasil sama sekali.

Seorang rekan yg aktif di komunitas Linux Aceh pernah mengungkapkan kekesalannya di sosmed ketika melihat banyaknya projek IT yg tidak menghasilkan output yg cukup bermanfaat sehingga kesannya hanya untuk unjuk kecanggihan dan menghabiskan uang semata.