Beranda Label Cerbung

Label: Cerbung

Kulat [12]

Dari depan turun seorang pemuda. Badannya kekar. Ada baret menyelip di pundak. Rambutnya cepak. Kacamata hitam menghias di atas kepalanya. Pemuda itu berhidung mancung. Postur badannya sedikit lebih tinggi dari rekan di sebelahnya yang dari tadi terlihat siap siaga. Pria itu kemudian mendekat ke arah Abu Keuchik dan yang lain. "Assalammualaikum," kata pria tersebut.

Kulat [11]

Teungku Don terlihat canggung. Dia lantas meminta maaf kepada warga yang sudah terlebih dulu datang ke sawah miliknya. Matahari baru saja mendaki bukit. Panasnya belum menyengat tetapi telah membuat baju Hansip yang dikenakan Teungku Don jadi kuyup.

Kulat [10]

Lagi-lagi, gelar sarjana Arbaini tak mampu menjadi jaminan. Terlebih, hanya sedikit perusahaan swasta yang membuka manajemennya di daerah ini. Sebut saja seperti pabrik sekelas PT Kertas Kraft Aceh (KKA) dan PT Arun LNG yang ada di Aceh Utara, kabupaten tetangga tempat Arbaini berdomisili.

Kulat [9]

Dia kembali ke kursi rotan di beranda depan. Baru beberapa detik pantat Abu Keuchik menempel di kursi rotan itu, pria tersebut terkejut dengan suara batu yang berserakan di lorong. Abu Keuchik memicingkan mata, mencoba mencari tahu siapa atau apa yang baru saja melangkah di lorong depan rumahnya.

Kulat [8]

SEEKOR cicak merayap di dinding meunasah. Reptil kecil tersebut sedang berburu sekawanan nyamuk yang terbang bebas di dalam gedung tak berdaun jendela...

Kulat [7]

RUMAH Teungku Don agak berdekatan dengan Bukit Pemancar yang dikenal sebagai tempat paling angker di Cot Alue. Setiap malam, seringkali terdengar suara...

Kulat [6]

Kebanyakan kepala keluarga di gampong ini meninggalkan desa akibat konflik atau bercerai, ada yang ikut mengangkat senjata bersama para pejuang, dan sisanya meninggal dunia karena imbas perang. Ada juga kepala keluarga dari kaum pria yang meninggal karena penyakit dan kecelakaan.

Kulat [5]

Dulu, menurut Abu Keuchik, pabrik padi juga tak banyak seperti sekarang. Mereka harus memanggul hasil panen hingga ke Sigli. Terkadang mereka terpaksa menjual gabah ke para penampung karena tak kuasa membawa ke ibukota kabupaten.

Kulat [4]

BELASAN ekor burung Pipit terbang dari puncak Bukit Pemancar. Sesekali kawanan pipit itu menukik, tak jarang terlihat rombongan pipit itu meliuk-liuk bak...

Kulat [3]

Abu Keuchik yang berusia lebih muda kerap mencari guru pengganti untuk Teungku Nyak Sarong dan Pocut Fatimah. Upaya ini gagal. Tidak ada guru muda yang mau bertugas di madrasah ibtidaiyah tersebut. Alasannya sederhana. Selain status sekolah yang masih swasta, lokasi madrasah ini juga berada di zona merah.
20,832FansSuka
0PengikutMengikuti
13,900PelangganBerlangganan