MANAJEMEN Persiraja bergerak cepat menyiapkan langkah-langkah antisipasi kehilangan Stadion Harapan Bangsa (SHB) sebagai markas di perhelatan Liga 1 2022 mendatang. Hal ini menyusul dengan rencana rehabilitasi stadion tersebut untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 di Aceh.

Presiden Persiraja, Nazaruddin atau akrab disapa Dek Gam kemudian mengundang PT Liga Indonesia Baru, sebagai panitia pelaksana kompetisi Liga 1 PSSI untuk memverifikasi markas lama Persiraja, Stadion H Dimurthala Lampineung. Upaya ini dilakukan Dek Gam guna mencegah Persiraja jadi tim musafir kala pertandingan kandang di musim mendatang.

“Terkait verifikasi Stadion H Dimurthala oleh PT LIB ini memang permintaan Presiden Persiraja. Jadi dipersiapkan untuk kompetisi Liga I 2024, dan pasti akan direhab,” kata Sekum Persiraja, Rahmat Jailani kepada awak media di Banda Aceh, Rabu, 6 Januari 2021.

Seperti diketahui, Stadion Harapan Bangsa merupakan satu-satunya lapangan yang lolos verifikasi PT LIB untuk perhelatan Liga I Indonesia di Aceh. Sementara Stadion H Dimurthala Lampineung yang selama ini menjadi markas Tim Lantak Laju dinyatakan tidak laik. Selama ini, skuad Persiraja pun kerap menggunakan Stadion Harapan Bangsa sebagai tempat latihan.

Hal inilah yang membuat manajemen klub sepakbola di Aceh tersebut meminta PT LIB untuk kembali memverifikasi stadion di Lampineung itu hingga mencapai standar. Tujuan utama agar Persiraja tetap bermain di Aceh selama musim 2022 nanti.

“Jangan sampai begitu SHB direhab, kita tidak ada home base dan harus main di luar Aceh. Jadi, kita siapkan H Dimurthala untuk home base Persiraja di Liga I,” kata Rahmat.

Dari verifikasi tersebut nantinya akan diketahui bagian mana saja dari stadion H Dimurthala yang tidak laik. Selanjutnya, manajemen akan merehabnya sehingga dapat dipergunakan untuk kompetisi Liga I tahun 2022 mendatang.

Informasi dari Persiraja menyebutkan proses verifikasi Stadion H Dimurthala telah dilakukan oleh PT LIB sejak Selasa, 5 Januari 2021.

Stadion Dimurthala telah menjadi markas bagi Persiraja sejak 1982. Sebelum dipakai Tim Lantak Laju, lapangan itu acap kali dipergunakan sebagai tempat baris berbaris.

Sejak itu, Persiraja dan Stadion H Dimurthala seperti tak dapat dipisahkan. Spirit sang pendiri stadion, H Dimurthala pun seakan merasuk di tubuh tim Lantak Laju saban bermain di markas tersebut. Alhasil, Persiraja jarang sekali menuai hasil memalukan selama bermain di stadion yang berada di Lampineung tersebut.

Semangat pemain Persiraja ketika berlaga di Stadion H Dimurthala pun kian epik seperti terlihat pada perhelatan Liga 2 PT LIB musim 2019 lalu, kala mengantar tim tersebut sebagai satu-satunya perwakilan Sumatra di kompetisi tertinggi liga sepakbola di tanah air.[]