KETIKA kita mendengar nama Rossi, tentu langsung teringat ke sosok pembalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi. Padahal, sebelum Valentino Rossi mendominasi ajang Grand Prix pada medio 2000-an, ada nama Rossi lain yang tidak kalah hebatnya dari The Doctor –julukan Valentino Rossi.

Sosok Rossi yang dimaksud adalah Paolo Rossi, pria 64 tahun yang meninggal dunia pada Kamis 10 Desember 2020 pagi WIB. Lantas, siapa sosok Paolo Rossi yang dimaksud?

Paolo Rossi merupakan mantan bomber andalan Vicenza, Juventus dan Tim Nasional (Timnas Italia). Nama Paolo Rossi menanjak ketika pria bertinggi 177 sentimeter itu keluar sebagai top skor Liga Italia 1977-1978 tatkala membela Vicenza.

Saat itu dari 30 pertandingan, Paolo Rossi mengoleksi 24 gol di Liga Italia 1977-1978. Sayangnya, perlahan-lahan ketajaman Paolo Rossi menurun. Di Liga Italia 1978-1979 ia hanya mengoleksi 15 gol bersama Vicenza.

Semusim berselang saat membela Perugia, Paolo Rossi mencetak 13 gol. Ternyata di balik ketajamannya, Paolo Rossi sempat terlibat kasus pengaturan skor, layaknya yang terjadi di Italia pada 2004-2006 (Calciopoli).

Kala itu, skandal pengaturan skor dinamakan Totonero. Setidaknya ada tujuh klub Serie A dan Serie B yang terlibat dalam pengaturan skor tersebut. Untuk individu, yang paling menonjol adalah Paolo Rossi yang saat itu memperkuat Perugia.

Akibat kelakukannya, Paolo Rossi dilarang Federasi Sepakbola Italia (FIGC) untuk berkecimpung di persepakbolaan dunia selama tiga tahun. Namun, setelah banding, hukuman Paolo Rossi dipotong menjadi dua tahun.

Hukuman itu membuat Paolo Rossi melewatkan musim 1980-1981 dan hampir melewatkan musim 1981-1982 secara penuh. Kala itu, Paolo Rossi baru bisa bermain di pengujung musim 1981-1982, tepatnya di tiga laga terakhir Liga Italia.

Di tiga laga terakhir itu, Paolo Rossi tampil sebagai starter dan mencetak satu gol, tepatnya saat Juventus menang 5-1 atas Udinese. Sekadar informasi, Paolo Rossi diboyong Juventus pada musim panas 1981, atau ketika sedang menjalani skorsing.

Mukzijat pun didapat Paolo Rossi. Meski hanya turun tiga kali di sepanjang musim 1981-1982, pelatih Timnas Italia kala itu, Enzo Bearzot, menyertakan Paolo Rossi untuk tampil di Piala Dunia 1982 yang diselenggarakan di Spanyol.

“Jika saya tidak membawa Rossi, saya tidak punya pemain yang mampu membuat masalah di area pertahanan lawan,” kata Enzo Bearzot.

Kepercayaan yang diberikan Enzo Bearzot pun dibayar tuntas Paolo Rossi. Sempat mandul di empat laga awal, Paolo Rossi menggila di tiga laga terakhir.

Ia mencetak hattrick saat Italia menang 3-2 atas Brasil di fase grup kedua. Kemudian, Paolo Rossi memborong semua Gli Azzurri –julukan Italia– saat menang 2-0 atas Polandia di semifinal.

Terakhir, Paolo Rossi mencetak satu gol saat Italia menang 3-1 atas Jerman Barat di partai puncak. Alhasil, Paolo Rossi keluar sebagai top skor Piala Dunia 1982 dengan koleksi enam gol. Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik di Piala Dunia 1982.

Keberhasilannya membawa Italia juara Piala Dunia membuat Paolo Rossi memenangkan trofi Ballon dOr 1982. Ia mengikuti jejak Omar Sivori (1961) yang menjadi pesepakbola pertama Juventus yang memenangkan trofi Ballon dOr.

Selain itu, Paolo Rossi juga membantu Juventus memenangkan trofi Piala/Liga Champions 1984-1985, atau yang pertama sepanjang sejarah berdirinya klub. Kala itu di partai puncak, Juventus menang 1-0 atas Liverpool. Selamat jalan Paolo Rossi, sumbangsih Anda untuk perkembangan sepakbola dunia takkan terlupa.[] Sumber: Okezone.com