Ilustrasi banjir di kawasan Kota Banda Aceh | Foto: Boy Nashruddin Agus/Sumaterapost.com

ANOMALI suhu muka laut di Samudera Hindia barat Sumatera berpotensi memicu curah hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Aceh. Kondisi tersebut berdampak banjir pada wilayah bantaran sungai atau dataran rendah di bagian hilir, serta longsor di dataran tinggi.

“Keadaan ini bila dilihat dari dinamika atmosfer,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Zakaria, Kamis, 18 Maret 2021 dinihari.

Selain adanya anomali suhu, potensi tersebut juga dipicu adanya gelombang Rossby yang terpantau aktif di Sumatera Bagian Utara. Tak hanya itu, berdasarkan analisa BMKG, curah hujan sedang hingga lebat tersebut juga merujuk pada belokan angin di Aceh yang mengakibatkan adanya perubahan uap air dan perlambatan pergerakan angin.

“Sehingga terjadi penumpukan uap air di sekitar wilayah kita yang memungkinkan tumbuhnya awan-awan hujan di sebagian Aceh,” kata Zakaria lagi, seraya mengatakan peringatan dini tersebut berlaku hingga Jumat, 19 Maret 2021 pagi.

Di sisi lain, menurut Zakaria, kondisi tersebut mengurangi potensi munculnya titik api di kawasan Aceh. Meskipun demikian, BMKG mengimbau warga Aceh untuk tetap berhati-hati dengan api yang dapat memicu kebakaran lahan ataupun pemukiman penduduk.

Sementara untuk ketinggian gelombang laut masih dalam kategori aman di wilayah Aceh hingga dua hari kedepan. Berdasarkan analisa BMKG diperkirakan ketinggian gelombang maksimum di Selat Malaka bagian utara, Barat Selatan Aceh, dan Samudera Hindia Barat Aceh berkisar antara 2 meter hingga 2,5 meter.

Adapun sebagian daerah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Reusep Antara Aceh Tengah. Selanjutnya kawasan Sungai Mas, Pantai Ceureumen, Woyla, Woyla Barat, Woyla Timur, dan Panton Reuh di Kabupaten Aceh Barat.

Prakiraan cuaca tersebut juga berlaku untuk Kecamatan Teunom, Pasi Raya, Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah, Sampoinit, Indra Jaya, dan Kecamatan Jaya di Aceh Jaya.

Curah hujan sedang hingga lebat juga diperkirakan melanda kawasan Mane, Geumpang, Tangse, Titeu, Keumala, Padang Tiji, Sakti, Tiro atau Trusep, Mutiara Timur, dan Glumpang Tiga di Pidie.

Selanjutnya Kecamatan Meureudu, Bandar Baru, Bandar Dua, Trienggadeng di Pidie Jaya, Kecamatan Samalanga di Bireuen, serta Lembah Seulawah, Jantho, dan Kuta Cot Glie di Aceh Besar.

BMKG memperkirakan intensitas curah hujan yang melanda kawasan tersebut berada pada kategori empat.
Pada kategori ini, menurut Zakaria, maskapai penerbangan dapat menunda keberangkatan pesawat.

BMKG turut mengimbau masyarakat untuk selalu siaga bila terjadi bencana hidrometeorologi, terutama dampak yang ditimbulkan seperti banjir bandang. Warga juga diminta waspada terhadap potensi longsor, angin kencang, dan sambaran petir.

“Perkiraan dini berbasis dampak ini bersumber dari BMKG Signature,” kata Zakaria.[]