JULI Amin dan Aprizal Rahmad terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh Periode 2021-2024. Ini merupakan hasil Konferta IX yang diikuti oleh 44 Anggota AJI Banda Aceh, yang berlangsung di D’Energy Cafe Aceh Besar, Sabtu, 27 Maret 2021.

Ketua AJI terpilih, Juli Amin, selama ini aktif di portalsatu.com sebagai Pemimpin Redaksi. Sementara Aprizal Rachmad merupakan jurnalis Antara. Pasangan ini berhasil memperoleh 33 suara dalam Konferta yang ikut dihadiri langsung oleh Koordinator Wilayah Sumatra AJI Indonesia, Adi Warsidi.

Pasangan lain, Zulkarnaini Muchtar-Zulkarnaini Masry hanya berhasil memperoleh 11 suara.

Sebelumnya, peserta Konferta IX AJI Banda Aceh turut mengusulkan sejumlah nama lain sebagai kandidat ketua dan sekretaris, termasuk pasangan petahana Misdarul Ihsan-Afifuddin. Namun, kedua bakal calon ini tidak bersedia kembali mencalonkan diri dalam pemilihan tersebut.

Selain itu, peserta Konferta IX AJI Banda Aceh juga mengusul pasangan Zulkarnaini Masri – Nova Misdayanti, Zulkarnaini Muchtar – Mawaddatul Husna, Zulkarnaini Masry – Mawaddatul Husna, Despriani Y Zamzami – Reza Munawir, dan pasangan Fitri Juliana – Nova Misdayanti.

Namun mayoritas kandidat mengundurkan diri dan hanya menyisakan dua pasangan calon, yaitu Juli Amin-Aprizal Rachmad serta Zulkarnaini Muchtar-Zulkarnaini Masry.

Pemilihan dilakukan secara tertutup dan memakan waktu hingga satu jam, sejak pukul 17.00 WIB. Usai pemilihan, pasangan calon Juli Amin-Aprizal Rachmad berhasil unggul dengan jumlah suara terbanyak.

Dalam Konferta IX tersebut, AJI Banda Aceh juga memilih anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) AJI Kota Banda Aceh yaitu Davi Abdullah, Yati Oktiva, dan Misdarul Ihsan.

Innalillahi wa innailaihi raji’un. Mendapat amanah menjadi pemimpin adalah musibah, tetapi ini adalah amanah yang harus diemban untuk tiga tahun ke depan. Saya berharap semua pihak dapat bekerjasama untuk memajukan AJI Banda Aceh ke depan,” ujar Juli Amin kepada sumaterapost.com usai terpilih.

Pria kelahiran Simeulue ini menyebutkan banyak tugas yang harus diselesaikan ke depan oleh pengurus, sesuai resolusi Konferta tersebut. Hal paling krusial adalah menghentikan segala bentuk ancaman, teror, intimidasi, dan kekerasan terhadap jurnalis serta pekerja media. Resolusi lain yaitu mendorong penegakan hukum untuk tidak menggunakan UU ITE dalam sengketa pers.

“Apabila terjadi sengketa pers, aparat penegak hukum wajib menggunakan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers,” kata Juli Amin, yang telah mengantungi sertifikat Jurnalis Utama dari Dewan Pers tersebut.[]