DUA tersangka pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di luar sebuah gereja Katolik di kota Makassar, Indonesia pada Minggu pagi, 28 Maret 2012, hari pertama Pekan Suci Paskah, kata polisi dan saksi mata.

Kedua tersangka dipastikan tewas dan sekitar 20 orang luka-luka hingga Minggu malam, kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

“Mungkin akan lebih banyak lagi jika kita menemukan orang-orang yang melaporkan dirinya terluka akibat ledakan itu,” katanya dalam jumpa pers yang disiarkan televisi seperti dikutip dari channelnewsasia.com.

Mahfud juga mengatakan telah memerintahkan polisi dan militer untuk meningkatkan keamanan tempat ibadah di seluruh Indonesia. Dia juga mendesak orang-orang untuk bersabar saat pihak berwenang berupaya mengungkap jaringan di balik serangan itu.

Juru bicara kepolisian nasional Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan pada konferensi pers di Jakarta bahwa korban luka menderita luka di sekitar leher, dada dan kaki mereka. Beberapa mengalami lecet di tangan dan kaki mereka.

Jemaat telah berada di dalam gereja pada saat ledakan terjadi, juru bicara kepolisian Sulawesi Selatan E Zulpan mengatakan kepada Reuters.

Kepala polisi Sulawesi Selatan Merdisyam mengatakan kepada wartawan bahwa lima anggota staf gereja dan empat jemaah termasuk di antara yang terluka. Ini karena ada batasan kesehatan akibat pandemi yang membuat hanya sedikit orang yang menghadiri misa.

Zulpan kemudian mengatakan kepada media lokal bahwa para tersangka adalah seorang pria dan seorang wanita. Polisi setempat sebelumnya mengatakan pembom itu bertindak sendiri.

Tersangka Pengendara Sepeda Motor

Kedua tersangka pelaku bom telah tiba di gereja sekitar pukul 10.20 pagi dengan sepeda motor, kata Yuwono. Mereka mencoba memasuki katedral tetapi petugas keamanan menghentikan mereka.

“Kemudian ledakan terjadi,” kata Yuwono.

“Berdasarkan informasi di lapangan, kendaraannya hancur, ada beberapa sisa manusia, dan tentunya ini akan menjadi bagian dari penyelidikan kami,” ucapnya.

Pastor Wilhemus Tulak, seorang pastor di gereja itu, mengatakan kepada media Indonesia bahwa seseorang yang menahan seorang tersangka pelaku bom bunuh diri terluka. Rekaman kamera keamanan menunjukkan ledakan yang meniup api, asap, dan puing-puing ke tengah jalan.

Video dari tempat kejadian menunjukkan polisi telah mengatur penjagaan di sekitar gereja dan mobil yang diparkir di dekatnya rusak. Polisi tidak mengatakan siapa yang mungkin bertanggung jawab atas serangan itu dan tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab.[] sumber: republika.co.id/ihram