ACT bersama MRI Banda Aceh dan Aceh Besar mulai mengirimkan beras hasil donasi seluruh rakyat Aceh untuk korban gempa Sulawesi Barat | Foto: Istimewa

SEBANYAK 16 ton lebih beras bantuan masyarakat Aceh kembali disalurkan untuk korban bencana gempa di Sulawesi Barat, Senin, 8 Februari 2021. Penyaluran bantuan beras kali ini dilakukan oleh Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Besar dan Banda Aceh.

“Bantuan ini merupakan bukti kehadiran nyata umat Islam membantu meringankan derita korban bencana,” ujar Head of Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Laila Khalidah.

Dia mengatakan beras tersebut terkumpul berkat kerjasama yang dibangun ACT dengan sejumlah lembaga dan komunitas. Nantinya beras ini akan singgah dulu di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, untuk dikumpulkan dengan bantuan dari daerah lain.

Ditargetkan, seluruh bantuan akan diberangkatkan menggunakan kapal kemanusiaan ke Sulawesi Barat pada 10 Februari 2021.

Dalam seremoni pelepasan bantuan beras yang dilakukan di Kompleks Pabrik Meutuah Baro, Gampong Lam Neuheun, Kuta Baro, Aceh Besar itu, Laila juga mengajak semua pihak untuk ikut membangun masjid bersama-sama ACT dalam program masa pemulihan bencana di Sulbar. Menurutnya bencana yang melanda kawasan tersebut telah ikut merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk masjid dan musala.

ACT membuka ruang bagi masyarakat yang hendak mewakafkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid di Sulbar tersebut, melalui rekening Bank Aceh Syariah 01001930009312 atau BNI Syariah 1010000137 atas nama Yayasan Global Wakaf. Sementara untuk konfirmasi donasi wakaf dapat disampaikan melalui pesan ke Instagram @act_aceh, WA 082283269008, dan telepon di 0651-7315352.

Laila menyebutkan para korban bencana memang tidak mengenal para donatur yang telah memberikan sumbangan kepada mereka. Begitu pula sebaliknya, para donatur juga belum tentu mengenal siapa calon penerima bantuan tersebut. “Namun yang kita cari dengan memberikan bantuan bukanlah perhatian mereka, melainkan perhatian Allah kepada kita,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali atau akrab disapa Lem Faisal yang ikut hadir dalam acara pelepasan bantuan beras tersebut mengingatkan bahwa bersedekah dan memfasilitasi orang lain dapat menolak bala.

“Insya Allah, satu kebaikan yang kita lakukan akan dibalas 10 kali lipat hingga 700 kali lipat oleh Allah,” kata Lem Faisal.

Lebih lanjut, Lem Faisal menyebutkan MPU Aceh akan siap memberikan dukungan dalam isu-isu kemanusiaan. Dia berharap segala bantuan tersebut dapat menjadi amal saleh di masa mendatang.

Hal senada disampaikan oleh Camat Kura Baro, Bustamam. Dia turut mengajak semua pihak untuk terlibat dalam membantu semua orang yang membutuhkan.

“Dulu saat musibah gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, orang berbondong-bondong membantu kita. Mudah-mudahan saat orang lain membutuhkan, kita sentiasa meringankan bebannya,” kata Bustamam.[]