Jumpa pers Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada terkait penangkapan ratusan kilogram sabu jaringan internasional | Foto: Humas Polda Aceh

KAPOLDA Irjen Pol Wahyu Widada, SIK, prihatin dengan masih ditemukannya narkotika jenis sabu di Aceh. Apalagi jumlahnya mencapai ratusan kilo, seperti yang terungkap baru-baru ini.

“Ini sangat berpotensi untuk menghancurkan generasi emas Aceh,” kata Kapolda Wahyu Widada, dalam jumpa pers di Mapolda Aceh, di Banda Aceh, Kamis, 11 Februari 2021.

Data yang dirilis polisi menyebutkan sebanyak 343 kilogram sabu-sabu berhasil disita petugas di kawasan pelabuhan Matang Bangka, Kecamatan Jeunib, Bireuen, Rabu, 27 Januari 2021 lalu. Dalam pengungkapan itu, petugas berhasil membekuk tersangka jaringan internasional.

Tersangka tersebut masing-masing berinisial KM (37), seorang nelayan asal Dewantara, Aceh Utara. Selanjutnya SI (50) warga Simpang Mamplam selaku penerima barang, selanjutnya MA yang merupakan seorang napi di Lapas Klas IIA Lhokseumawe sebagai pengendali, dan ED (35) warga Alue Awee Lhokseumawe.

Tersangka lain yang dibekuk petugas adalah MU (23) warga Seunuddon, Aceh Utara. Selanjutnya SU (53) warga Jeunib, IZ (40) IRT asal Meunasah Tambo, kemudian KR (23) warga Jeunib, dan SY (63) warga Pandrah.

Kapolda berharap pers dapat ikut membantu polisi untuk mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba. Pers juga diminta ikut serta dalam memberantas narkoba di lingkungan masyarakat.

“Kalau tidak, mereka akan memanfaatkan setiap celah untuk menyuplai narkotika ke Aceh,” kata Kapolda.

Dia juga meminta semua pihak untuk menyamakan visi dalam membebaskan Aceh dari narkoba. Menurutnya polisi juga siap menindak tegas dan terukur untuk para pengedar narkoba yang memasok barang haram tersebut ke Aceh.

“Ini semua kita lakukan untuk menyelamatkan generasi emas Aceh sebanyak 1.760.000 ribu jiwa dari barang haram tersebut,” katanya.

Kapolda Aceh dalam jumpa pers itu juga menyebutkan telah mendapat informasi penyelundupan narkoba tersebut sejak pertengahan Desember 2020 lalu. Lantaran tersangka memanfaatkan jalur laut, maka kepolisian membentuk tim dan melibatkan pihak Bea Cukai.

Dalam paparannya, negara penghasil narkoba terbesar saat ini adalah Meksiko, Myanmar, dan negara Timur Tengah Afghanistan. Untuk memutus jaringan tersebut, kepolisian RI akan bekerja sama dengan penegak hukum dari luar negeri dan agency antinarkoba Internasional.

“Kita harus bekerjasama untuk memberantas narkoba ini, karena kejahatan internasional khusus narkotika saat ini juga dilakukan dengan cara terorganisir, maka kita juga harus terorganisir untuk memberantasnya,” pungkas Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada.[]