SATU unit kapal asing berhasil masuk Aceh tanpa izin dan sempat lego jangkar di Pulau Rusa sejak 4 Februari 2021, sebelum akhirnya diamankan petugas Indonesia. Nama kapal itu La Datcha George Town. Ada 18 kru membonceng kapal yang berlayar dari Maladewa menuju Singapura itu.

Informasi yang diterima dari Kabid Humas Polda Aceh, Winardy, SIK, kapal asing itu tercatat dari perusahaan kapal Damen Shipyards. Tipe kapal commercial Vessel dengan nomor pembuatan 144 IN 2020 George Town. Nomor seri kapal 749575. Panjangnya mencapai 76.98 meter dengan tinggi 14.00 dan lebar kapal 6,55.

Keberadaan kapal tersebut baru terdeteksi di perairan sekitar Pulau Rusa, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, sejak Jumat, 5 Februari 2021 sekitar pukul 14.48 WIB. Tim mendapat informasi ini dari personel Polsek Lhoong Polres Aceh Besar. (Baca: Mengenal Pulau Rusa Tempat Sandar Kapal Pesiar La Datcha)

Usai mendapat informasi tersebut, personel Subditgakkum Ditpolairud Polda Aceh berkoordinasi dengan KSOP Malahayati, Kanwil Imigrasi Banda Aceh, Kanwil Bea Cukai Provinsi Aceh dan Karantina Kesehatan Provinsi Aceh lantas mempertanyakan keberadaan kapal tersebut.

“Apakah kapal asing tersebut telah melaporkan kedatangannya di teritorial Indonesia?” Kata Kabid Humas yang menjelaskan inti dari koordinasi tersebut.

Kapal Lanal TNI AL dan Kapal Patroli Bea Cukai memeriksa kapal La Datcha yang masuk tanpa izin dan diduga melanggar UU Pelayaran | Foto: Humas Polda Aceh

Dari hasil koordinasi itu, ternyata diketahui kapal La Datcha belum melaporkan kedatangannya di Indonesia, khususnya Aceh. Selain itu, La Datcha juga tidak menghidupkan Automatic Identification System (AIS) dan tidak menjawab panggilan radio.

“Hasil koordinasi lintas instansi menunjukkan kapal tersebut telah melakukan beberapa pelanggaran dengan lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin,” ujar Kabid Humas Polda Aceh kepada awak media.

Petugas gabungan lantas bergerak menuju kapal itu lego jangkar pada Senin, 8 Februari 2021 sekitar pukul 08.00 WIB, dengan menggunakan Tactical Boat Ditpolairud Polda Aceh dan kapal milik Kanwil Bea Cukai Aceh. Tim baru tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIB dan ternyata di sana sudah ada kapal Angkatan Laut Iboih, yang dipimpin oleh Kapten Laut (P) Surya Dharma dari Lanal Sabang.

Setelah melakukan pemeriksaan, belakangan diketahui kapal La Datcha dinahkodai oleh Alexander Baronjan. Dalam keterangannya, Baronjan mengatakan La Datcha George Town berangkat dari Maladewa menuju Singapura, tetapi singgah di perairan Pulau Rusa sejak 4 Februari 2021. (Baca: Ribuan Pulau Ada di Sumatra)

Mereka juga tidak menyebutkan kapan akan melanjutkan perjalanannya ke Singapura.

Kepada petugas, nahkoda kapal La Datcha mengaku AIS atau sistem Identifikasi Otomatis tidak dapat dihidupkan lantaran generator sedang tidak stabil. Meskipun demikian, para kru La Datcha bersedia menuju ke perairan Ulee Lheue Kota Banda Aceh untuk diperiksa dan melengkapi administrasi lebih lanjut.

Nahkoda kapal La Datcha kepada petugas juga mengaku tidak mengibarkan bendera merah putih, lantaran belum meminta izin kepada otoritas pelayaran karena masuk Indonesia. Selama berada di perairan Pulau Rusa, kata dia, mereka pun hanya menikmati wisata dan snorkeling untuk melihat keindahan taman laut.

Petugas memeriksa dokumen kapal La Datcha
Petugas gabungan memeriksa dokumen pelayaran Kapal La Datcha yang lego jangkar di Pulau Rusa tanpa izin dan melapor ke pihak terkait | Foto: Humas Polda Aceh

Pun begitu, kapal La Datcha diduga telah melanggar UU Pelayaran selama beberapa hari berada di perairan Pulau Rusa. Diantara pelanggaran yang dilakukan adalah tidak memberitahukan aktivitas lego jangkar di wilayah Pulau Rusa, tidak menaikkan bola-bola hitam sebagai tanda apabila kapal tersebut dalam keadaan rusak, tidak mengibarkan bendera kebangsaan Indonesia saat melintas atau beraktivitas di wilayah teritorial Indonesia, dan tidak menyalakan AIS.

Untuk memastikan tujuan kedatangan kapal pesiar asing itu, Angkatan Laut (AL) Lanal Sabang juga akan melakukan penyidikan. Sementara kapal La Datcha akan ditarik ke Pangkalan Lanal Sabang setelah hasil swab PCR kru kapal keluar.

“Untuk rencana lebih lanjut akan dilakukan koordinasi lintas sektoral terkait penanganan kapal pesiar La Datca,” tutup Kabid Humas Polda Aceh kemarin.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Heni Yuwono mengatakan pihak imigrasi telah menahan 18 paspor kru kapal La Datcha tersebut. Kapal ini awalnya disebut dari Rusia, tetapi belakangan diketahui berbendera Cayman Island atau Kepulauan Cayman yang masuk teritori Britania Raya.

Dari pemeriksaan awal, ke 18 kru kapal La Datcha tersebut berasal dari lintas negara. Dirincikan sebanyak 9 orang kru kapal itu berkewarganegaraan Inggris dan empat warga Belanda. Selanjutnya, ada juga satu warga Spanyol, satu warga Filipina, satu warga Jerman, satu warga Kanada dan satu warga Belarusia. “Kapten kapal merupakan warga Jerman,” kata Heni Yuwono.

Saat ini pihak Imigrasi belum memeriksa lebih lanjut ke 18 kru kapal La Datcha ini lantaran masih menunggu hasil swab. Namun jika nantinya mereka terbukti melanggar UU Pelayaran, maka kru kapal asing itu bakal dijerat dengan UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Hukuman paling lama adalah penjara satu tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.[]