KAPAL La Datcha memang masuk dalam klasifikasi kapal pesiar. Akan tetapi, kapal milik miliarder Rusia Oleg Tinkov tersebut didesain khusus dengan kemampuan serupa kapal penjelajah Angkatan Laut.

Selain desainnya yang mewah, La Datcha 77 merupakan kapal ekspedisi. Kapal yang berlayar di bawah bendera Cayman Island tersebut turut dilengkapi dengan tekonologi pemecah es sehingga mampu mengarungi Laut Arktik dan Antartika.

Dikutip dari situs resmi La Datcha, kapal pesiar ini juga memiliki hangar helikopter, pusat selam, dan ruang dekompresi. Tak hanya itu, kapal yang sejatinya mengangkut orang-orang tajir berjiwa petualang itu juga dilengkapi dengan satu unit kapal selam bermuatan tiga orang, dua unit helikopter, satu unit kapal penyelamat VIP, satu boat untuk keperluan menyelam, satu boat untuk menuju bibir pantai, empat unit waverunners, dua unit kapal boat ekspedisi, dan dua unit motor salju.

Masih berdasarkan data yang dilampirkan dalam situs itu, Kapal La Datcha juga memiliki kru/staf ekspedisi sebanyak 25 orang. Kapal ini juga mengangkut 12 tamu dalam setiap perjalanannya. Dengan demikian, jumlah penumpang kapal keseluruhan tersebut mencapai 37 orang, bukan 18 orang seperti yang “terciduk” di Pulau Rusa, Aceh Besar, Senin, 8 Februari 2021 kemarin.

Kapal milik miliarder Rusia, Oleg Tinkov tersebut juga telah mengubah tanki minyak kapal sehingga mampu menjelajah selama 40 hari di laut lepas.

Kapal pesiar La Datcha dilengkapi satu unit kapal selam | Foto: Ladatcha.com

Kapal La Datcha pertama kali meluncur pada Juni 2019 dan menjadi salah satu proyek superyacht paling mendebarkan di kalangan internasional. Untuk menambah kemampuannya, Oleg Tinkov turut merakit lambung kapal yacht tersebut di Anawa, di bawah kendali perusahaan perkapalan komersial Belanda, Damen, pada awal tahun 2020. Damen sendiri merupakan sebuah perusahaan kapal komersial yang dikenal ahli dalam membangun rig lepas pantai dan kapal tunda yang tangguh.

Pemilik Kapal Pesiar La Datcha seorang miliuner kebangsaan Rusia, Oleg Tinkov | Foto: boatinternational.com

Oleg Tinkov juga membuat superyacht La Datcha pada perusahaan Amels guna menyempurnakan desain dan arsitektur pelayaran.

Unit helikopter yang menjadi fasilitas kapal pesiar La Datcha | Foto: boatinternational.com

“Kapal ini akan datang dengan semua mainannya, serta kapal selam untuk tujuan pelayaran ke wilayah selatan, dan mobil salju untuk kawasan utara, bahkan sekaligus dapat memboyong keduanya,” ungkap Tinkov seperti dikutip dari boatinternational.com.

Tinkov juga menyebutkan spesifikasi helikopter yang menjadi pendukung kapal yacht tersebut, yaitu dua unit helikopter Airbus H125. Kapal yang menjadi andalan Tinkov itu juga memiliki satu geladak helikopter dengan hangar tertutup.

Desain kapal ini merupakan wujud dan kepribadian Oleg Tinkov yang lahir pada tahun 1967 di Leninsk-Kutznetsky, barat daya Siberia. “Kamu bisa tahu (kapal) itu kuat dan siap untuk menghadapi dunia,” ungkap miliuner yang disebut-sebut pernah menolak tawaran bergabung dengan KGB tersebut.

Fasilitas pendukung La Datcha dan spesifikasi kapal pesiar milik Oleg Tinkov | Repro: Ladatcha.com

Seperti diketahui, petugas gabungan menangkap kapal pesiar La Datcha yang lego jangkar tanpa izin di perairan Pulau Rusa sejak 4 Februari 2021. Kapal ini kemudian diboyong ke Pangkalan Lanal AL Sabang untuk penyidikan lebih lanjut. (Baca: Mengenal Pulau Rusa Tempat Sandar Kapal Pesiar La Datcha)

Dalam pemeriksaan awal, petugas menahan 18 paspor awak kapal La Datcha yang terdiri dari sembilan warga negara Inggris, empat warga Belanda, dan masing-masing satu warga Filipina, Jerman, Spanyol, Kanada, dan Belarusia. (Baca: Kapal La Datcha Ketahuan Masuk Pulau Rusa Setelah Lego Jangkar Hampir Sepekan)

Kapten kapal La Datcha, Alexander Baronjan yang merupakan warga negara Jerman mengaku kapal tersebut sengaja tidak mengibarkan bendera Merah Putih meski telah masuk teritorial Indonesia lantaran belum meminta izin. Kapal pesiar tersebut juga tidak menghidupkan AIS lantaran beralasan generatol kapal nan mewah yang tangguh itu sedang dalam kondisi tidak stabil. []