Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman | Dok Ist

SURAT permintaan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman untuk melanjutkan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande bocor ke publik. Padahal, surat bernomor 660/0253 tertanggal 16 Februari 2021 tersebut ditujukan langsung ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI c.q Direktur Jenderal Cipta Karya di Jakarta.

Aminullah Usman menilai kelanjutan proyek IPAL perlu dilakukan setelah hasil kajian arkeologi di lokasi tersebut telah keluar. Dalam kajian itu diketahui, nisan-nisan yang ada kawasan Gampong Pande Banda Aceh tersebut merupakan situs arkeologi atau warisan budaya yang selanjutnya wajib dilestarikan sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. (Baca: Gampong Pande [Terancam] Lagi).

Meskipun berstatus sebagai situs-situs arkeologi, akan tetapi anehnya Aminullah Usman menilai makam-makam yang ada di Gampong Pande tersebut bukanlah makam para raja dan ulama Aceh. “Melainkan bagian dari pemakaman masyarakat umum,” bunyi poin pertama dalam surat yang ditandatangani oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman tersebut.

Hal lain yang membuat Aminullah ingin melanjutkan proyek IPAL di Gampong Pande lantaran makam-makam di sana belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Menurut Amin, dengan tidak adanya status tersebut maka proyek IPAL yang dikerjakan di kawasan Gampong Pande tidak menyalahi aturan.

Keinginan Aminullah Usman untuk melanjutkan proyek tinja di makam para leluhur Aceh tersebut juga dikarenakan jaringan pipa yang dibangun telah mencapai 70 persen.

“Apabila pada saat pekerjaan pembangunan berlangsung ditemui kembali situs arkeologi baru, maka seluruh instansi yang terkait baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kota siap melakukan penyelamatan arkeologi, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan baik dari segi hukum maupun sosial budaya,” tulis Aminullah pada surat tersebut.[]