Ilustrasi ayam jantan | Foto: Boy Nashruddin Agus/Sumaterapost.com

BEA Cukai Aceh memusnahkan 89 ekor ayam ilegal asal Thailand senilai Rp2 miliar, Selasa, 9 Februari 2021 kemarin. Petugas menyuntik mati dan membakar puluhan ayam ilegal tersebut di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh.

“Pemusnahan ayam ini dilakukan dengan cara disuntik mati dan dibakar di ruang bakar instalasi karantina agar masyarakat dapat terhindar dari bahaya pandemik flu burung,” kata Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi.

Pemusnahan barang bukti puluhan ayam tersebut juga dilakukan untuk menghindari potensi penularan virus Avian Influenza yang dibawa spesies tersebut. Apalagi berdasarkan hasil uji laboratorium Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh yang keluar pada Rabu, 3 Februari 2021 lalu memperlihatkan sampel sel darah ayam-ayam tersebut positif terjangkit virus.

Pemusnahan ayam-ayam ilegal ini juga dilakukan dalam rangka menghindari bahaya dari sisi moral dan genetika. Terlebih kuat dugaan penyelundupan ayam-ayam tersebut bertujuan untuk kepentingan perjudian. “Serta sebagai induk untuk budidaya dengan spesies lokal secara ilegal,” tambah Safuadi.

Keseluruhan ayam ilegal asal Thailand tersebut merupakan hasil penindakan Bea Cukai Aceh, Riau, dan Langsa pada Sabtu, 30 Januari 2020 lalu. Dalam penindakan tersebut, petugas mendapati puluhan ayam asal Thailand itu diselundupkan dengan KM Tanpa Nama di perairan Aceh Tamiang.

Selain puluhan ayam ilegal itu, petugas Bea Cukai juga menyita tiga ekor Kura-kura Kuning. Namun, kura-kura selundupan tersebut tidak dimusnahkan lantaran sehat.

“Pada penindakan tersebut telah ditangkap tiga tersangka, dengan salah satu tersangka berstatus residivis pidana penyelundupan impor tahun 2019. Ketiga tersangka tersebut telah ditahan oleh penyidik Bea Cukai,” kata Safuadi.[]