FENOMENA tak lazim terjadi di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Warga setempat sontak panik lantaran tanah di kawasan itu merekah dalam skala besar sejak Minggu, 10 Januari 2021 lalu. Penurunan tanah ini juga membuat satu unit rumah warga terancam ambruk.

Guna mengantisipasi hal terburuk, petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mendirikan pos di lokasi. Pihak BMKG bahkan turut memasang peralatan seismoter portable di tempat tersebut.

“Ternyata di lingkungan di area ini, beberapa puluh meter, berdekatan dengan bibir sungai,” kata Kepala BMKG Stasiun Mata Ie, Djati Cipto Kuncoro, Kamis, 14 Januari 2021.

Selain itu, fenomena penurunan tanah ini diduga berkaitan dengan faktor hidrometrologi sehingga memicu kejenuhan tanah untuk menampung air.

Seperti diketahui, sejak sepekan terakhir kawasan Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya dilanda hujan dalam intensitas tinggi setiap petang. Curah hujan tinggi inilah yang diduga membuat tanah di kawasan Lamkleng Kota Cot Glie mengalami penurunan.

“Kita akan melihat sejauh mana pergerakan tanah ini, hari per hari. Pada hari kemarin (Rabu, 13 Januari 2021) penurunan tanah sekitar 30 centimeter. Sementara (Kamis, 14 Januari 2021) sudah mencapai 80 centimeter,” ungkap Djati.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali yang ikut meninjau lokasi pada Jumat, 15 Januari 2021 menyebutkan tanah amblas di kawasan tersebut sudah mencapai 1 meter. Untuk itu, dia mengingatkan warga setempat untuk selalu waspada bila terjadi pergeseran tanah lagi di lokasi.

“Kita terus berusaha agar jangan sampai terjadi korban jiwa mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir,” kata Mawardi Ali.[]