WARGA lokal merupakan entitas yang tidak boleh dilupakan setiap pemberian bantuan kepada pengungsi. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) menyalurkan bantuan kepada masyarakat di sekitar kamp pengungsi Rohingya, di Gampong Meunasah Mee Kandang Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe.

Bantuan itu disalurkan pada Rabu, 6 Januari 2021, yang terdiri dari paket pangan, peralatan pendukung untuk puskesmas dan posyandu, sejumlah perlengkapan masjid seperti kipas angin, dan tong sampah. UNHCR dan YKMI juga memberikan bantuan MCK untuk masjid dan Gampong Meunasah Mee Kandang yang selama ini menjadi base camp pengungsi Rohingya.

“Kami sangat bersyukur bahwa pihak UNHCR dan YKMI ternyata tidak melupakan warga sekitar Kamp Pengungsi Rohinya. Hal ini tentunya dapat memberikan rasa nyaman dan aman, baik bagi warga sekitar maupun kepada pengungsi Rohingya itu sendiri,” kata Geuchik Meunasah Mee Kandang, Saifuddin Yunus.

Sementara itu, Program Officer Livelihood YKMI, Abdul Hamid, mengatakan sebagai mitra pelaksana program Protection and Assitance of Rohingya Refugees, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak. Hal ini dimaksudkan agar program tersebut dapat berjalan dengan baik di lapangan.

“Kami selaku mitra pelaksana selalu berkoordinasi dengan pemerintah lokal, baik itu Satgas Penanganan Pengungsi, Pemerintah Kota Lhokseumawe, antar LSM serta aparat desa Meunasah Mee, khususnya dalam hal pelibatan warga lokal untuk ikut serta program ini,” kata Abdul Hamid.

Di sisi lain, perwakilan UNHCR, T Fawaaz, menyebutkan sedari awal pihaknya menekankan agar melibatkan warga lokal dalam setiap program yang dilakukan di lapangan.

“Tidak hanya karena mereka merupakan tuan rumah, tetapi faktanya warga sekitar juga telah menyelamatkan para pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di laut oleh para nelayan beberapa bulan lalu,” kata T Fawaaz.

Lhokseumawe sejak tahun 2020 menampung 394 pengungsi Rohingya yang terdampar di perairan Aceh. Mereka belakangan ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK), di kawasan Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Konflik berdimensi agama yang terjadi di negara asal mereka, Myanmar, memaksa etnis Rohingya bermigrasi tanpa arah yang jelas.[]