BANJIR setinggi 70 centimeter merendam enam kecamatan di Pidie pada Senin, 18 Januari 2021 dinihari tadi. Salah satu daerah terdampak adalah Gampong Are Kecamatan Delima.

“Benar banjir di 6 kecamatan, yaitu Padang Tiji, Delima, Pidie, Indrajaya, Mila, dan Geulumpang Baro,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Anshari, Senin sore.

Banjir tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi di kawasan yang mengakibatkan debit air di Krueng Baro Garot meluap hingga ke pemukiman warga. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan air hingga saat ini belum surut di beberapa lokasi.

Belum diketahui berapa jumlah kerusakan dan infrastruktur yang terdampak akibat banjir kali ini. “Tim BPBD Pidie sedang mendata korban terdampak maupun jumlah pengungsi,” katanya.

Selain Pidie, kawasan Bukit Tempurung Kabupaten Aceh Tamiang juga ikut terendam banjir pada hari yang sama. Ketinggian air di lokasi diperkirakan antara 10-30 centimeter.

Hujan dengan intensitas tinggi juga memicu erosi di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda Aceh Tamiang. “Dapur satu rumah warga amblas ke sungai sekitar pukul 12.24 WIB,” kata Haslinda Juwita dari Pusdalops BPBA.

Sementara di Sabang, satu unit rumah Zaidan Nizar (63) warga Kuta Ateuh Kecamatan Sukajaya, rusak akibat dihempas angin kencang sekitar pukul 13.00 WIB tadi.

“Rusak berat di bagian atap. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Haslinda.[]