INNALILLAHI wa innailaihi raji’un. Muslim Indonesia berduka. Ulama yang dikenal sebagai hafidz teladan, Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau dikenal Syekh Ali Jaber, meninggal dunia, Kamis, 14 Januari 2021.

Syekh Ali Jaber menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta. Sebelumnya, pendakwah tersebut sempat dirawat lantaran terpapar Corona Virus Disease (Covid-19).

Informasi yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansur menyebutkan, saat meninggal, Syekh Ali Jaber sudah negatif Covid-19.

Syekh Ali Jaber lahir di Madinah pada 3 Februari 1976 lalu. Dia sering tampil di televisi dalam program hafidz cilik sebelum dirawat di rumah sakit.

Sebelum divonis terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber juga pernah diserang oleh seorang pria ketika sedang mengikuti pengajian dan wisuda Tahfidz Alquran di Masjid Falahudin, di jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat. Pelakunya adalah AA, seorang pemuda yang mengaku pernah mengidolakan Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu. Hingga sekarang, belum diketahui motif pelaku menusuk Syekh Ali Jaber hingga bahu kanan korban terluka. Meskipun demikian, almarhum tidak mendendam. Dia justru memaafkan aksi pelaku.

Semasa hidupnya, Syekh Ali Jaber juga kerap menyambangi Aceh dalam rangka silaturahmi dan memberikan tausiah. Jadwal terakhir Syekh Ali Jaber di Aceh adalah mengisi kegiatan doa bersama dalam rangka peringatan Tsunami Aceh, di Stadion Lhong Raya, pada 26 Desember 2020 lalu. Namun penulis buku “Cahaya Madinah” tersebut batal menghadiri acara itu.

Tak lama berselang, Syekh Ali Jaber justru dikabarkan terpapar Covid-19 bersamaan dengan Ustadz Abdulah Gymnastiar atau akrab disapa AA Gym. Almarhum sempat dirawat di rumah sakit lantaran hal tersebut sejak Selasa, 29 Desember 2020, dan akhirnya dikabarkan meninggal dunia pagi tadi.

Syekh Ali Jaber semasa hidup pernah berwasiat ingin dimakamkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keinginan tersebut pernah diutarakan Syekh Ali Jaber yang sempat diunggah Sasak Update TV dua pekan lalu. Dalam tayangan tersebut, Syekh Ali Jaber berkisah tentang sang kakek yang syahid melawan penjajah di Lombok.

“Hubungan saya dengan Lombok bahkan saya bercita-cita, Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya,” ujar Syekh Ali Jaber kala itu.[]