SEJUMLAH daerah di Aceh masih berpotensi dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang hingga dua hari ke depan. Potensi tersebut terlihat dari adanya belokan angin di sekitar wilayah Aceh yang dapat mengakibatkan fenomena cuaca ekstrem dari siang hingga malam.

Peringatan dini ini disampaikan Koordinator Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I SIM Aceh, Zakaria, Rabu, 6 Januari 2021 malam.

Dia merincikan, sejumlah wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem pada Kamis, 7 Januari 2021 tersebut seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Langsa dan Aceh Tamiang.

Sementara pada Jumat, 8 Januari 2021, cuaca ekstrem seperti hujan, petir hingga angin kencang diperkirakan melanda Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, hingga Aceh Selatan.

Zakaria juga menyebutkan cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada potensi longsor serta banjir juga diperkirakan terjadi di Kecamatan Terangon dan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues. Hal serupa juga diperkirakan terjadi di Kecamatan Kuala Batee, Babah Rot, dan Jeumpa di Abdya. Selanjutnya Kecamatan Beutong dan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya juga berpotensi pada banjir dan longsor pada Jumat, 8 Januari 2021 mendatang.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan potensi longsor,” kata Zakaria.

Dia juga menyarankan para pengendara sepeda motor untuk berhati-hati pada jalur tersebut.

Sebelumnya akibat curah hujan tinggi di sebagian kawasan Aceh telah mengakibatkan 43 gampong di Aceh Timur, dan beberapa gampong di Aceh Utara, Lhokseumawe serta Langsa dilanda banjir dan longsor. Ratusan jiwa terdampak bencana di awal tahun ini, dan sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Hingga Rabu, 6 Januari 2021, banjir yang melanda beberapa kawasan di Aceh Timur sudah berangsur surut. “Sementara debit air di Kecamatan Peureulak, Peureulak Barat dan Simpang Ulim (justru) meningkat,” ujar Haslinda Juwita, staf di Pusdalops Media Center BPBA, Rabu petang.[]