SEBANYAK 11 warga mendapat sanksi lantaran melanggar protokol kesehatan di wilayah Banda Aceh. Mereka terjaring dalam operasi yustisi di beberapa tempat oleh Tim Peucrok, Senin, 11 Januari 2021.

“Petugas memberikan sanksi sosial berdasarkan Pergub No 51 Tahun 2020 Pasal 30 Ayat 3 berupa menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah, membaca surat pendek Alquran, dan mengucapkan janji tidak akan mengulangi pelanggaran prokes,” ujar Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy dalam siaran persnya.

Operasi yustisi digelar untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam hal prokes guna mencegah penyebaran Covid-19 di Aceh.

“Operasi itu digelar mengedepankan sosialisasi, imbauan dan penegakan hukum kepada masyarakat,” kata Kabid Humas.

Untuk Senin ini, operasi yustisi dihelat di seputaran kota Banda Aceh, meliputi Jalan RA Kartini Pasar Peunayong, Gampong Deah Raya Syiah Kuala dan Lamdingin Kecamatan Kuta Alam.

Selain di Banda Aceh, operasi serupa juga digelar di kabupaten dan kota di seluruh Aceh. Seperti di Aceh Selatan, misalnya.

Di kabupaten tersebut, Tim Peucrok yang terdiri dari personel Polri, TNI, Satpol PP/WH serta jajaran Dishub berhasil menciduk 22 pelanggar Prokes.

Mereka tertangkap basah petugas lantaran sedang melaju di jalan T Cut Ali tanpa menggunakan masker.

“(Tim) berhasil menjaring 22 orang pengendara yang tidak memakai masker, terdiri dari lima pengendara mobil dan 17 pengendara sepeda motor,” kata Kabid Humas.[]