Ilustrasi | Foto: Anadolu Agency

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 secara senyap berhasil menangkap lima terduga teroris di Aceh Rabu-Kamis, 20-21 Januari 2021. Dari penangkapan tersebut, satu diantara terduga teroris berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Langsa.

Penangkapan tersebut dilakukan di empat lokasi terpisah. Pada penangkapan pertama, petugas Densus 88 mengamankan RA (41) dan SA alias S (30) di kawasan jalan Blang Bintang-Krueng Raya, Aceh Besar, Rabu, 20 Januari 2021 sekitar pukul 19.45 WIB.

RA merupakan warga Langsa yang berprofesi sebagai tukang. Sementara SA adalah warga Banda Baro, Aceh Utara.

“Terduga inisial SA alias S memiliki profesi swasta/tukang,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, SIK, Senin, 25 Januari 2021.

Densus 88 kemudian menangkap UM alias ZA alias TA (35) di Pasar Simpang 7 Ulee Kareng, Banda Aceh, Kamis, 21 Januari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Terduga teroris inisial UM alias AA alias TA berprofesi sebaga pedagang buah-buahan,” sebut Kabid Humas.

Penangkapan kembali dilakukan terhadap SJ alias AF (40) dan MY (46) di Langsa.

MY yang ditangkap petugas di Birem Puntong, Langsa Baro, Kota Langsa, sekitar pukul 20.00 WIB tersebut merupakan pengusaha di sektor perikanan dan juga pemilik sebuah cafe.

Sementara SJ alias AF (40) yang dibekuk di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, merupakan ASN di Pemkab Aceh Timur. (Baca: Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Langsa)

“Kelima terduga teroris yang diamankan itu berprofesi berbeda-beda,” ucap Kabid Humas.

Sebelumnya, kepada awak media, Kabid Humas Polda Aceh juga mengatakan kelima warga Aceh tersebut diduga terlibat dalam jaringan bom Polresta Medan. Mereka juga diduga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di Riau.

Selain itu, kata Kabid Humas, kelima terduga teroris ini berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok ISIS. (Baca: Lima Warga Aceh Ditangkap Terkait Jaringan Bom Medan)

Bersama para terduga teroris tersebut, Densus 88 turut menyita sejumlah barang bukti yang diantara adalah bahan pembuat bom dan beberapa dokumen berisi pesan ancaman untuk TNI/Polri, pemerintah Aceh, dan pemerintah pusat.

“Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan hijrah ke Khurasan, Afghanistan,” ujar Winardy.[]