SEKITAR 8 ribu orang hingga hari ini masih tercatat sebagai Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Aceh. Sebagian dari jumlah itu merupakan para veteran pejuang kemerdekaan RI.

Meskipun sama-sama bernaung di bawah bendera veteran, ada hal berbeda dari LVRI Aceh jika dibandingkan dengan legiun veteran lainnya di Indonesia. Perbedaan itu kelak menjadi kunci bagi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 silam.

“Kita adalah penentu sejarah,” ujar Ketua Pimpinan Daerah Legiun Kunjungan Veteran Republik Indonesia (LVRI) Aceh, Kolonel (Purn), HM Djafar Karim, Kamis, 21 Januari 2021.

Hal tersebut disampaikan Djafar ketika bertemu dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah di rumah dinasnya. Ikut bersama LVRI Aceh dalam pertemuan itu, yaitu Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PPM) Aceh, Ismarissiska.

Para pejuang Aceh, Kata Djafar, dengan semangat yang begitu tinggi menyiarkan pesan-pesan perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui Radio Rimba Raya. Sementara Yogyakarta yang merupakan ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia telah dikuasai Belanda.

Untuk itu, Djafar meminta Gubernur Aceh dapat membantu kesejahteraan para veteran dan keluarga mereka.

Sementara Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PPM) Aceh, Ismarissiska menjelaskan, PPM adalah organisasi tempat berhimpunnya para putra-putri Veteran Republik Indonesia yang memiliki hubungan kesejarahan tidak dapat dioperasikan dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Sama dengan LVRI, Ismarissiska juga meminta pemerintah memberikan perhatian bagi keberadaan para anak veteran, termasuk yang terkait pendidikan mereka.

“Saat ini para anak veteran perang juga pada umumnya masih dalam dunia pendidikan di mana masih membutuhkan biaya,” ujar Ismarissiska.

Gubernur Nova menyikapi permintaan itu mengatakan, Pemerintah Aceh selama ini selalu memberikan perhatian bagi keberadaan para veteran perang.

“Pemerintah Aceh berkewajiban mengayomi seluruh rakyat dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” ujar Nova. “Kami memastikan akan selalu peduli dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para veteran,” tambah Gubernur Aceh tersebut.[]