WARGA Gulo Kecamatan Darul Hasanah menamai Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) itu Danau Putra. Usia harimau ini diperkirakan 1 hingga 1,5 tahun berjenis kelamin jantan dan baru saja diselamatkan setelah terkena jerat di perkebunan masyarakat Gulo.

Kala ditemukan, Danau Putra dalam kondisi dehidrasi lantaran sudah beberapa hari terjebak di lokasi. Harimau ini belakangan diselamatkan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Tim BBTN Gunung Leuser, WCS dan FKL, pada Sabtu, 23 Januari 2021 lalu.

Guna pengobatan dan melepas jerat yang terkena di kaki pemangsa tersebut, tim terpaksa menembak bius. Kini kondisi Danau Putra kian membaik, seperti disampaikan drh Anhar Lubis dari tim medis yang kini merawat harimau tersebut.

Berat satwa yang dilindungi tersebut berkisar antara 45 hingga 50 Kilogram. Kemungkinan berat badannya menyusut lantaran sudah tiga hari terkena jerat babi di lokasi. Kaki depan sebelah kanan harimau tersebut luka karena jerat.

Untuk itulah tim medis memutuskan untuk sementara waktu melakukan observasi kesehatan secara intensif di Kantor BTPN Wilayah 2 Kutacane, Balai Besar TNGL. Observasi tersebut bermaksud untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi satwa yang kini masuk dalam daftar Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis.

“Pasca dilakukan proses pemulihan dan menunjukan perkembangan kesehatan yang bagus, maka akan dipersiapkan rencana proses pelepasliaran ke habitat alaminya. Adapun proses pelepasliaran Harimau Sumatera ini pastinya akan melibatkan berbagai pihak terutama pemerintah daerah setempat untuk menjamin keselamatan harimau di habitat alamnya,” kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, Senin, 25 Januari 2021.[]