Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konferensi pers akhir tahun | Foto: Ist

GANGGUAN keamanan di Kota Lhokseumawe sepanjang tahun 2020 meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kasus paling menonjol adalah penculikan dengan menggunakan senjata api yang terjadi di Gampong Ulee Blang Mane, Blang Mangat, Lhokseumawe.

“Kasus yang terjadi mengalami peningkatan sebanyak 28 kasus atau 4,22 persen, sedangkan persentase crime clearence pada 2019 berjumlah 412 kasus, dan pada tahun 2020 berjumlah 487 kasus, maka persentase crime clearance yang terjadi mengalami peningkatan sebanyak 75 kasus atau 18,20 persen,” ungkap Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, SIK, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Lhokseumawe, Kamis, 31 Desember 2020 kemarin.

Dia menyebutkan yang paling menonjol di tahun 2020 adalah pengungkapan kasus penculikan, dimana polisi berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti satu pucuk senjata api jenis AK-56 dan satu pucuk senpi genggam jenis Six Sauer serta beberapa amunisi.

Selain penculikan di Ulee Blang Mane tersebut, Polres Lhokseumawe juga berhasil mengungkap kasus pembobolan ATM BNI di Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara pada 13 Juli 2020 lalu.

“Kemudian, pengungkapan kasus perdagangan orang etnis Rohingya yang terjadi di Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Pada kasus perdagangan orang ini, kita mengamankan 13 tersangka, dua warga negara asing dan 11 WNI,” lanjut Kapolres.

Kasus penyalahgunaan Narkoba juga meningkat di Lhokseumawe pada tahun 2020. Jika tahun 2019, kasus narkotika hanya terdapat 105 kasus, maka tahun 2020 sebanyak 117 kasus.

“Dalam kasus narkotika, petugas kita mengamankan 161 tersangka, barang bukti keseluruhan sebanyak 2 kilogram lebih narkotika jenis sabu-sabu,” kata Kapolres Lhokseumawe.

Kasus yang menonjol terkait Narkotika adalah penangkapan 1 Kilogram sabu di Hagu Barat Laut Kecamatan Banda Sakti, pada Kamis, 12 Desember 2020. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi berhasil membekuk enam tersangka yang saat ini berkasnya sudah dilimpahkan ke JPU atau P-21.

Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Lhokseumawe justru mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019. Kapolres Eko merincikan, pada tahun 2020 terdapat 36 kasus kecelakaan lalu lintas di Lhokseumawe. Dari jumlah tersebut, terdapat 27 orang yang meninggal dunia dengan kerugian material mencapai Rp 60.350.000.

Jumlah pelanggaran lalu lintas di Lhokseumawe juga menurun pada tahun 2020, yaitu sebanyak 2.597 pelanggaran.

Di sisi lain, Polres Lhokseumawe juga memberhentikan lima personel kurun 2020 lalu lantaran terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. “Total ada lima personel yang diberikan hukuman berupa PTDH selama tahun 2020,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hartanto, S.I.K.[]