Ilustrasi | Foto: ayojakarta.com

POLISI berhasil menciduk beberapa tersangka pengguna shabu-shabu di sejumlah kawasan di Banda Aceh dan Aceh Besar. Dari hasil penangkapan di tiga tempat terpisah tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti shabu-shabu dengan total seberat 7,47 Gram.

MA, 31 tahun, salah satu warga Banda Raya merupakan salah satu tersangka yang diamankan petugas terkait kepemilkan shabu-shabu. Dia ditangkap saat hendak mengelabui petugas dengan membuang bungkusan saat polisi mendekatinya pada Kamis, 7 Januari 2021 sore.

“(Upaya) ini diketahui oleh petugas sehingga MA diamankan tanpa berkutik,” ujar Kasatresnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Raja Aminuddin Harahap dalam siaran pers, Sabtu, 9 Januari 2021.

MA diciduk petugas saat membuang bungkusan di salah satu warung di kawasan Banda Raya. Dari penangkapan itu, petugas menemukan bungkusan plastik berisikan shabu-shabu seberat 0,37 gram.

MA beserta barang bukti kemudian digelandang ke Polresta Banda Aceh untuk pemeriksaan.

Kepada petugas, MA mengakui bahwa bungkusan berisi shabu-shabu tersebut merupakan miliknya. MA membeli shabu-shabu itu dari AG, 31 tahun, di sebuah warung kopi seharga Rp200 ribu pada Selasa, 5 Januari 2021 malam.

“AG saat ini ditetapkan sebagai DPO,” katanya.

Polisi bakal menjerat MA dengan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a dari UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Jika terbukti bersalah, MA terancam hukuman pidan penjara paling lama 2 tahun.

Pada hari yang sama, Kamis sore, polisi juga menciduk tersangka MF, 44 tahun, seorang warga Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya di SPBU Lamsayeun, Aceh Besar terkait kasus serupa. Polisi mendapatkan shabu-shabu seberat 5,05 gram dari saku celana tersangka.

“Saat itu tersangka menggunakan sepeda motor Honda Scoopy dengan plat terpasang BL 4943 AAE,” kata Kasatresnarkoba Polresta Banda Aceh.

Penangkapan terhadap MF dilakukan petugas setelah mendapat informasi dari masyarakat. Sementara dari keterangan tersangka diketahui, barang haram itu dibeli seharga Rp3 juta dari seseorang berinisial BUR di Cot Gu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar pada Senin, 4 Januari 2021 malam.

“Kini BUR telah ditetapkan sebagai DPO,” tutur Kasatresnarkoba.

Terhadap tersangka MF, polisi bakal menjeratnya dengan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a dari UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 12 tahun.

Sat Res Narkoba Polresta Banda Aceh juga menggaruk FS (41) dan IKH (43) asal Aceh Besar di kawasan Peukan Bada pada Jumat, 8 Januari 2021 malam. Keduanya disebutkan memiliki dan mengonsumsi narkotika jenis shabu dan ganja.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan tujuh bungkus shabu seberat 2,05 gram dan satu bungkus ganja seberat 8,96 gram. Polisi juga menemukan satu tutup botol mineral yang sudah dimodifikasi untuk alat hisap dengan dua lubang, tiga pipet bening, satu pipa kaca dan satu unit timbangan digital.

FS kepada polisi mengaku mendapat shabu sebanyak satu bungkus seharga Rp1,5 juta dari MJ di persimpangan Lamjame. MJ kini masuk dalam DPO Resnarkoba Polresta Banda Aceh.

Dari keterangan petugas, FS tak hanya berniat mengonsumsi shabu-shabu tersebut. Akan tetapi dia juga bakal menjualnya kepada orang lain.

“FS dan IKH menggunakan narkotika jenis shabu dan ganja di sebuah rumah di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar dengan peralatan yang sudah disiapkannya pada Selasa, 5 Januari 2021, sekitar pukul 19.00 WIB. Namun kegiatan yang dilakukan oleh kedua pelaku tercium warga sehingga melaporkan ke pihak berwajib,” ungkap AKP Raja Aminuddin Harahap.

Saat ini, FS dan IKH mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka bakal dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a dari UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 12 tahun.[]