SEBANYAK 46 Gampong di Kabupaten Aceh Timur terdampak musibah banjir di awal tahun 2021 ini. Bencana longsor pun membuat sejumlah infrastruktur di kawasan rusak dan menyebabkan ratusan jiwa sempat mengungsi dari bencana.

Laporan tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) kepada awak media pada Selasa, 5 Januari 2021 pukul 14.20 WIB.

“Kondisi terakhir, debit air di Kecamatan Banda Alam, Idi Tunong, Peureulak, Pereulak Barat, dan Simpang Ulim meningkat,” kata staf Pusat Data dan Informasi BPBA, Haslinda Juwita.

Banjir yang terjadi sejak Jumat, 1 Januari 2021 tersebut juga disebutkan masih menggenangi sejumlah warga di beberapa gampong, di Aceh Timur. Sementara ketinggian air diperkirakan mencapai 20 hingga 80 centimeter.

Berdasarkan pantauan petugas BPBA di lapangan, air sudah surut di beberapa gampong lainnya seperti Alue Sentang, Birem Rayeuk, Alue Buloh, Jambo Labu, Paya Peulawi, Alue Gadeng Satu, Aramiah, Bayeun, Merbau Dua, Alue Gadeng Gampong, Alue Gadeng Dua, dan Gampong Paya Tampah.

Air juga dilaporkan sudah surut di Gampong Alue Canang, Gampong Bayeun, Rantau Panjang, Alue Seuleumak, Sara Kaye, Simpang Aneuh, dan Gampong Simpang Peut.

Begitu pula dengan Gampong Tualang Pateng dan Gampong Seuneubok Pase.

Selain banjir, bencana longsor juga melanda kawasan Aceh Timur selama lima hari terakhir.

Longsor turut menimbun satu unit rumah warga di Paya Awe dan beberapa jembatan tertimbun material di Kecamatan Idi Tunong. Selain itu, longsor juga menyebabkan tebing jalan di Gampong Alue Sentang tertimbun longsor di dua titik, dengan panjang longsoran 15 meter dan 30 meter.

Tak hanya itu, material longsor juga menimbun badan jalan di Alue Gadeng Gampong, dan membuat jalan Seueneubok Cina amblas serta merusak beberapa fasilitas lainnya seperti sekolah, sawah dan perkebunan warga.

“Total korban terdampak (banjir dan longsor ) 941 KK dengan 3.032 jiwa,” kata Haslinda.

Sementara pengungsi yang mencapai 475 jiwa dari Blang Rambong dan Jambo Rehat hingga saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian, seperti di masjid, meunasah, balai gampong, dan juga rumah-rumah warga yang tidak terimbas banjir.

Dua Orang Meninggal

Selain itu, sebanyak dua orang dikabarkan meninggal dunia karena sedang bermain di tambak ikan. Kedua orang tersebut adalah Syahrini (9) yang merupakan warga Gampong Labuhan Keude, dan Neiza Tulsifa (9) warga Bukit Drien.

Keduanya sempat dilaporkan menjadi korban tewas dalam bencana banjir yang melanda kawasan tersebut sejak Jumat, 1 Januari 2021 lalu. Namun, belakangan BPBA menyebutkan keduanya tewas lantaran jatuh ke kolam.

“Kejadian itu berawal saat korban bersama empat orang temannya sedang bermain di kolam tambak ikan milik Farid. Tiba-tiba, korban Neiza dan Syahrini, terpeleset dan jatuh ke kolam,” kata Haslinda, yang membuat keduanya meninggal dunia.[]