CURAH hujan tinggi di kawasan Aceh Timur dan sekitarnya membuat sejumlah kawasan digenang air sejak Jumat, 1 Januari 2021. Teranyar, berdasarkan data yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir turut menggenangi beberapa daerah lain seperti Langsa dan Lhokseumawe sejak Sabtu hingga Minggu, 2-3 Januari 2021.

Di Aceh Timur, sebanyak delapan kecamatan dilaporkan tergenang air meliputi Kecamatan Idi Timur, Peudawa, Darul Ihsan, Idi Tunong, Peureulak, Birem Bayeun, Ranto Peureulak, dan Kecamatan Indra Makmur. Sementara jumlah desa yang banjir mencapai 19 gampong di delapan kecamatan tersebut.

Ke 19 gampong yang banjir tersebut adalah Tualang Dalam, Seuneubok Kuyun, dan Gampong Lhok Hasan di Kecamatan Idi Timur. Selanjutnya Gampong Blang Buket, Gampong Baro, dan Gampong Keude di Kecamatan Peudawa.

Banjir juga melanda Gampong Seuneubok Kulang dan Gampong Gunong Putoh di Kecamatan Darul Ihsan. Intensitas hujan tinggi juga membuat Gampong Alue Lhok dan Paya Awe di Kecamatan Idi Tunong tergenang air.

Di Kecamatan Peureulak ada Gampong Lhok Dalam yang dilaporkan banjir. Sementara di Kecamatan Birem Bayeuen terdapat lima gampong yang kebanjiran, yaitu Alue Sentang, Alue Nyamok, Paya Bili Satu, Alue Gadeng Dua, dan Gampong Paya Bili Dua.

Banjir juga melanda Gampong Punti Payong dan Gampong Buket Pala di Kecamatan Ranto Peureulak, serta Gampong Jambo Lubok di Kecamatan Indra Makmu.

Hingga Minggu, 3 Januari 2021 pukul 15.49 WIB, terdapat 40 unit rumah warga Tualang Dalam yang terdampak banjir. Kemudian 70 unit rumah warga di Gampong Seuneubok Kuyun juga terendam air.

Di Gampong Lhok Hasan terdapat 15 unit rumah yang dilaporkan banjir. Selanjutnya di Desa Alue Nyamok terdapat 20 KK dengan 78 jiwa menjadi korban terdampak banjir. Di Desa Paya Bili Satu ada 10 KK dengan 37 jiwa juga terdampak banjir, di Paya Bili Dua terdapat 15 KK dengan 45 jiwa juga menjadi korban terdampak banjir.

Selain itu, curah hujan di kawasan tersebut turut memicu longsor di Gampong Alue Sentang Kecamatan Birem Bayeuen. “Tebing jalan longsor menutupi badan jalan sepanjang 15 meter,” kata staf BPBA, Haslinda Juwita, kepada awak media, Minggu petang.

Longsor juga menggerus satu unit rumah di kawasan Desa Paya Awe Kecamatan Idi Tunong.

Lebih lanjut, Haslinda juga menyebutkan banjir yang melanda kawasan Aceh Timur turut merenggut dua korban jiwa, yaitu Sahrini dan Naiza. Kedua korban yang dilaporkan meninggal dunia tersebut merupakan warga Kecamatan Krueng Lingka.

BPBD Kabupaten Aceh Timur disebutkan telah menurunkan Satgas PB untuk mendata, sekaligus mengevakuasi korban banjir. Tim juga menyalurkan bantuan masa panik.

“Kondisi terakhir, debit air di beberapa titik terus meningkat,” ujar Haslinda.

Langsa yang merupakan jiran Kabupaten Aceh Timur juga tak luput dari bencana banjir di awal tahun 2021 ini. “Telah terjadi banjir di Langsa pada hari Sabtu, 2 Januari 2021 pukul 03.00 WIB,” tulis Haslinda.

Terdapat lima kecamatan yang dilaporkan terdampak banjir awal tahun ini, yaitu Kecamatan Langsa Baro, Langsa Barat, Langsa Kota, Langsa Timur, dan Langsa Lama. Sementara gampong yang tergenang air yaitu Lengkong, Paya Bujok Seuleumak, Karang Anyar, dan Alur Dua. Selanjutnya Gampong Birem Puntong, Lhokbanie, Sungai Pauh juga tak luput dari banjir.

Air dengan ketinggian bervariasi juga menggenangi sejumlah gampong di beberapa kecamatan Langsa Kota, Langsa Timur, dan Langsa Lama. Namun petugas masih menghimpun data lengkap

Kawasan Kota Lhokseumawe juga tak luput dari terjangan banjir di awal tahun sejak Sabtu, 2 Januari 2021 kemarin. Adapun sejumlah desa yang digenangi air meliputi Gampong Mane Kareung, Gampong Asan Kareung, Gampong Rayeuk Kareung, dan Gampong Kumbang Puntuet di Kecamatan Blang Mangat.

Tanggul Jebol Krueng Keureuto Meluap

Pada Sabtu, 2 Januari 2021, banjir juga melanda kawasan Aceh Utara akibat meluapnya Krueng Keureuto. “Permukiman penduduk tergenang banjir, dan tanggul jebol di Batu VI Kecamatan Lhoksukon,” kata Haslinda.

Banjir di Aceh Utara kali ini menggenangi Gampong Batu VI, Gampong Krueng, Gampong Jok LT, dan Gampong Kumbang LT di Kecamatan Lhoksukon. Selanjutnya air dengan ketinggian bervariasi juga menggenangi Gampong Alue Bungkoh, Gampong Tanjong Munje Tujoh, Gampong Pucok Alue Pirak, Gampong Teupin U, Gampong Ceumeuceut, Gampong Leupe, Gampong Krueng Pirak, Gampong Matangkeh, Gampong Rayek Pange, Gampong Bungong, Gampong Hasan Krueng Kreh, dan Gampong Beuracan Rata di Kecamatan Pirak Timu.

Gampong Ampreh di Kecamatan Tanah Luas juga disebutkan tergenang air.

Banjir juga melanda beberapa gampong di Kecamatan Matangkuli, seperti Alue Tho, Hagu, Lawang, Tanjong Haji Muda, Pante Pirak, Gampong Siren, Meunye Pirak, Tumpok Barat, dan Gampong Ceubrek Pirak.

Selanjutnya Gampong Meunasah Baro, Gampong Teungoh, dan Gampong Meunasah Dayah di Kecamatan Simpang Keuramat juga mengalami hal serupa. Demikian juga nasib Gampong Alue Manjrun dan Gampong Blang Manjrun di Kecamatan Syamtalira Bayu.

“Ketinggian air bervariasi 20-60 Cm di enam kecamatan,” papar Haslinda.

Ada beberapa titik pengungsian dilaporkan terjadi akibat banjir di Aceh Utara, diantaranya Center BPBD dan menuasah di Kecamatan Matangkuli. Selain itu, warga Kecamatan Pirak Timu juga berkumpul di meunasah sejak 2 Januari 2021 pukul 22.00 WIB untuk menghindari dari banjir.

Menyikapi kondisi ini, BPBD Aceh Utara meminta kepada camat dan Muspika serta perangkat gampong untuk melaporkan perkembangan situasi secara kontinyu. Warga juga diimbau untuk melakukan gotong royong guna membersihkan saluran air.

Saat ini ada beberapa kebutuhan mendesak yang perlu dilakukan, seperti perbaikan tanggul di Batu VI Kecamatan Lhoksukon serta mendirikan dapur umum untuk warga yang mengungsi.

Kondisi terakhir disebutkan debit air terus meningkat di berbagai sungai yang ada di Kabupaten Aceh Utara. “Kondisi sementara ketinggian air sungai mencapai 5,5 meter. Kabupaten Aceh Utara secara merata masih diguyur hujan,” lanjut Haslinda.

Potensi Hujan Ekstrem

Sementara itu Kepala Seksie Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang, Zakaria Ahmad, menyebutkan terdapat sejumlah wilayah di pesisir timur Aceh yang berpotensi hujan ekstrem pada 4-5 Januari 2021, seperti Aceh Timur, Langsa, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

“Kita memprediksi potensi hujan ekstrem yang sangat aktif. Untuk itu kami mohon kewaspadaan terhadap potensi banjir dan potensi longsor,” kata Zakaria Ahmad.[]