SEORANG oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AI terpaksa masuk bui lantaran menjual satwa dilindungi via dunia maya. Tersangka berhasil diciduk setelah Tim Ditreskrimsus berpura-pura menjadi pembeli.

“Dari tangan tersangka kita amankan puluhan burung betet (psittacula longicauda),” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, Minggu, 24 Januari 2021 kemarin.

Penangkapan terhadap AI dilakukan setelah polisi menemukan adanya perdagangan burung betet di Facebook atas nama Viet. Petugas yang melakukan pelacakan kemudian melakukan transaksi di rumah tersangka, di Jalan Bukit Barisan Gang Anggrek Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Pada awal pembelian, tersangka hanya memperlihatkan delapan ekor burung betet. Selanjutnya petugas melakukan pendalaman.

“Dari hasil interogasi dan pemeriksaan di tempat kejadian perkara ditemukan kembali 21 ekor burung betet yang disembunyikan pelaku di belakang rumah. Jadi total ada 29 ekor burung,” ungkapnya.

Penyidik Polda Riau kemudian berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, terkait satwa dilindungi itu. Dari hasil koordinasi tersebut diketahui bahwa barang bukti masuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

“Kita jerat tersangka dengan Pasal 21 Ayat (2) huruf d jucnto Pasal 40 Ayat 2 UU Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tutur Kombes Pol. Andri.[]