Ilustrasi

GUBERNUR Aceh melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan terhadap 16 pejabat eselon II di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin, 11 Januari 2021 siang. Pelantikan tersebut dilaksanakan merujuk surat Ketua ASN bernomor B/41/KASN/01 tertanggal 7 Januari 2021.

“Kita sepenuhnya mengacu pada proses dan ketentuan atau aturan,” kata Sekda Aceh, Taqwallah, mewakili Gubernur Nova Iriansyah ketika melantik 113 pejabat baru di lingkup pemerintahan Aceh.

Dia menyebutkan proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 16 pejabat baru tersebut juga sudah melalui evaluasi kinerja yang dilakukan. Terlebih rekomendasi dari KSN pun sudah keluar.

Ke 16 pejabat yang diambil sumpah jabatan bersama para pejabat administrator dan pejabat pengawas termasuk T Ahmad Dadek, yang selama ini menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Dia didaulat menjadi Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh.

Pejabat lain yang dilantik adalah Usamah El Madny sebagai Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat. Dia sebelumnya menempati posisi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Selanjutnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang sebelumnya dijabat oleh Sunawardi, diberikan kepada Ilyas MP. Sosok ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

Sementara Sunawardi digeser menjadi Kepala Dinas Pertanahan Aceh, menggantikan Edi Yandra yang dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang selama ini dijabat oleh Usamah, diberikan kepada Zahrol Fajri. Dia dulunya menjabat sebagai Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat.

Alhudri yang selama ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Kemudian Mirzuan MT selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh digeser menjadi Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh.

Iskandar Syukri juga menempati posisi baru dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh menjadi Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan.

Fajri yang dulu menjabat Kepala Dinas PUPR digeser ke Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh dengan posisi serupa.

Pergeseran pucuk pimpinan juga terjadi di Dinas Pengairan. Kepala dinas sebelumnya, Ir Mawardi dipercaya menempati posisi baru sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aceh.

Sekda Aceh juga melantik A Hanan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, kemudian Iskandar sebagai Asisten Administrasi Umum, Darmansyah sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA), dan T Helvizar sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Aceh.

Bukhari yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum juga menempati posisi baru sebagai Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya Manusia dan Hubungan Kerjasama.

“Bangunlah pencitraan yang baik untuk kewibawaan Pemerintah Aceh di mata rakyat. Jangan menyia-nyiakan amanah yang diberikan ini. Buatlah masyarakat Aceh bangga dengan kerja keras dan kreativitas yang Saudara jalankan,” kata Sekda.[]