Jubir Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani | Foto: Istimewa

SEBANYAK 900 orang dilaporkan masih menjalani perawatan terkait Corona Virus Disease (Covid-19) di Aceh. Dari jumlah tersebut, dua pasien dinyatakan sembuh pada Sabtu, 26 Desember 2020 kemarin.

Data tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani. Data itu dirincikannya dari laporan seluruh Aceh per 26 Desember 2020.

“Meski kasus konfirmasi baru Covid-19 bertambah belasan orang, namun tak bisa kita anggap remeh,” kata pria yang akrab disapa SAG itu.

Kasus konfirmasi baru yang dilaporkan setiap hari menunjukkan penularan virus corona masih terjadi di dalam masyarakat. Karena itu, dia mengimbau warga Aceh agar waspada dan disiplin mempraktikkan prilaku baru dengan 3 M, yaitu mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin di bawah air yang mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak.

Di sisi lain, SAG berharap program Tenaga Kesehatan Cegah Covid-19 tahap dua yang sedang dilaksanakan di seluruh Aceh akan meningkatkan penemuan kasus-kasus baru yang belum terdeteksi melalui tracing dan testing. Isolasi mandiri bagi yang menderita flu dan demam, menurut SAG, juga akan memperkecil risiko penularan virus corona dalam masyarakat.

SAG turut merincikan bahwa 15 penambahan kasus baru tersebut meliputi Banda Aceh tujuh orang, serta Pidie Jaya dan Lhokseumawe masing-masing lima orang.

“Penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh sebanyak dua orang, yakni warga Pidie Jaya dan Lhokseumawe. Tidak ada laporan penderita yang meninggal dunia,” ujar SAG, seraya mengatakan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh mencapai 5.054 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 4.769 orang sudah selesai masa isolasi, sementara 246 orang lainnya masih karantina mandiri. “Tiga puluh orang isolasi di rumah sakit.”[]