Prosesi pemecatan anggota Polres Aceh Tengah | Foto: Tribrata

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Aceh memecat 80 personel kurun waktu setahun terakhir lantaran dinilai melanggar Kode Etik Profesi Polri (KEPP). Sementara rata-rata pelanggaran tersebut didominasi oleh personel Polri berpangkat brigadir dengan jumlah mencapai 288 orang.

Data ini disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Aceh, Rabu, 30 Desember 2020. Jumlah pelanggaran ini disebutkan meningkat sebanyak 17 persen, jika dibandingkan tahun 2019 yang hanya tercatat 275 perkara.

Dari data yang dipaparkan Kapolda Aceh diketahui pelanggaran disiplin mendominasi pemecatan terhadap anggota Polri dengan jumlah mencapai 185 perkara. Sementara tindak pidana narkoba yang melibatkan anggota Polda Aceh mencapai 11 perkara, dan pelanggaran kode etik 134 perkara.

Selain pangkat brigadir, sebanyak 33 anggota polisi berpangkat Perwira Pertama juga dipecat secara tidak hormat pada tahun ini. Selanjutnya Polda Aceh juga memberhentikan lima personel berpangkat Perwira Menengah, dua personel pangkat tamtama, dan dua ASN.

Pada tahun 2020, Polda Aceh telah mengeluarkan surat keputusan pengakhiran dinas kepada 80 personel dan sudah dilakukan PTDH

“Bila dilihat dari jumlah personel Polda Aceh sebanyak 14.160 personel Polri, maka yang melakukan pelanggaran sebanyak 1,02 persen,” kata Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada.[]