INNALILLAHI wa innailaihi raji’un. Kabar duka kembali menyelimuti Aceh. Kali ini, kabar itu datang dari Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Paloh Gadeng Aceh Utara. Adalah sang guru yang merupakan salah satu ulama kharismatik di Aceh, Tgk H Mustafa Ahmad atau akrab dikenal Abu Paloh Gadeng meninggal dunia, Rabu, 16 Desember 2020 sekitar pukul 10.20 WIB tadi.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Dr Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit plat merah itu lantaran kondisi fisiknya memburuk.

Kabar duka ini mendapat perhatian dari banyak pihak, baik yang mengenal langsung Abu Paloh Gadeng ataupun masyarakat Aceh secara umum. Media sosial masyarakat Aceh pun dipenuhi dengan ungkapan bela sungkawa terhadap sosok ulama yang lama berguru di Dayah Madinatuddiniyah Babussalam Blang Blahdeh Bireuen tersebut.

Salah satunya dari Guru Dayah Al Matidanuddiniyah Babussalam Bireuen, Tgk Rahmadanil M Yacob. “Almarhum adalah sosok ulama yang karismatik,” kata Tgk Rahmadanil M Yacob.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali atau kerap disapa Lem Faisal. “Beliau ulama kharismatik yang sangat berilmu di Aceh, terutama Aceh Utara,” kata Lem Faisal.

Ungkapan duka mendalam juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny, melalui media sosial Facebook miliknya, Rabu pagi. “Semoga kita bisa mengambil hikmah dan iktibar dari wafatnya para ulama. Berpulangnya ulama ke rahmatullah merupakan duka bagi ummat Islam. Semoga Allah Ta’ala memuliakan Abu Paloh Gadeng dan mengangkat Abu Paloh Gadeng ke tempat terpuji bersama Rasulullah SAW dan kaum shaleh lainnya,” harap Usamah.

Pantauan sumaterapost.com, ribuan jamaah turut serta dalam salat jenazah Abu Paloh Gadeng. Jasad almarhum juga dikabarkan dimakamkan di kompleks dayah tersebut.

Kepergian Abu Paloh Gadeng meninggalkan delapan orang anak, yaitu Zunuwanis, Rahmah, Marhamah, Muhammad Nazir, Baidarus, Wardah, Ihsan Maulana, dan Maisarah.

Abu Paloh Gadeng merupakan salah satu murid senior ulama kharismatik Aceh lainnya, Abu Tumin Blang Blahdeh. Almarhum pernah menimba ilmu di dayah pimpinan Abu Tumin selama 21 tahun.

Semasa hidupnya, almarhum pernah mengampu sejumlah jabatan termasuk sebagai pengurus MPU Aceh Utara, Wakil Ketua MPU, dan Ketua MPU Aceh Utara.[]