Ilustrasi

JUMLAH penangananan dan kesadaran pencegahan Covid-19 di Indonesia menurun pada periode Desember 2020 ini. Hal tersebut membuat angka kasus positif Covid-19 pada akhir tahun cenderung meningkat jika dibandingkan periode November.

Data itu disampaikan Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, dalam diskusi “Wajah Indonesia Setelah Pandemi” yang disiarkan langsung di kanal YouTube BNPB, Kamis, 24 Desember 2020.

“Saya bisa jelaskan disini kondisi kita sedikit mengalami penurunan. Kita berada di posisi yang sangat baik yaitu pada awal November saat berakhirnya liburan panjang yang ketiga,” kata Doni.

Menurut data Gugus Tugas pada pekan ketiga Desember, kasus Covid-19 berada pada angka 15 persen. Angka ini naik jika dibandingkan November yang hanya mencapai 11,8 persen kasus aktif Covid-19.

Meskipun terjadi kenaikan kasus, Doni menyebutkan tempat tidur di seluruh rumah sakit masih tersedia untuk pasien positif Covid-19 termasuk untuk mereka yang tanpa gejala, gejala ringan hingga berat bahkan bagi mereka yang kritis. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan komite dan Satgas untuk menyiapkan rumah sakit di seluruh provinsi.

Meskipun demikian, Doni berharap warga Indonesia dapat secara sadar menahan diri menghadapi cuti panjang akhir tahun ini.

Di sisi lain, Doni mengatakan peningkatan kasus positif Covid-19 tidak terlepas dari berkurangnya tingkat kepatuhan masyarakat Indonesia. Dia mengatakan tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan bahkan menurun di hampir seluruh daerah, tidak hanya di ibukota.

Pada awal pekan November, rinci Doni, tingkat kepatuhan akumulasi per minggu berada sekitar 86,17 persen. Namun jumlah itu terus menurun hingga 24 Desember yang mencapai 80,43 persen. “Itu tingkat kepatuhan menggunakan masker,” ujarnya.

Tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan juga mengalami penurunan, dari awal November mencapai 81,87 persen menjadi 76,87 persen pada 24 Desember 2020.

Dia berharap perlunya kerjasama dari semua pihak dalam menanggulangi penularan Covid-19 ini. Menurutnya pemerintah tidak dapat bekerja sendiri menghadapi pandemi, sehingga memerlukan kolaborasi gerakan yang masih di seluruh daerah. “Perlu melibatkan semua komponen, terutama tokoh-tokoh nonformal yang bisa memberikan efek langsung kepada masyarakat.”[]