Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo

KONDISI perekonomian Indonesia mulai menunjukkan sinyal positif setelah lama “terkapar” akibat pandemi virus corona. Pemerintah optimis bahwa perekonomian negara tersebut akan lebih baik pada tahun 2021 mendatang apabila semua masyarakat patuh dan disiplin pada protokol kesehatan.

Kesimpulan tersebut mencuat dalam talk show secara live yang digagas Satgas Penanganan Covid-19 pada Kamis, 24 Desember 2020. Hadir sebagai pembicara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen (TNI) Doni Mondardo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto.

Dalam talkshow tersebut, Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan bahwa kondisi positif Covid-19 di semua daerah di Indonesia sedikit meningkat sejak liburan panjang yang lalu. Demikian juga angka kesembuhan dengan angka positif, tiap hari mengalami perubahan.

“Semula yang sembuh itu jauh lebih banyak dari yang positif, namun pada empat minggu terakhir, kasus positifnya lebih banyak dari yang sembuh,” ungkap Doni Monardo.

Menurut data Gugus Tugas diketahui hingga saat ini angka kasus positif Covid-19 sudah mencapai di atas 105 ribu orang. Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan periode November 2020 lalu, “yang hanya mencapai 50 ribu-an orang.”

Hal tersebut membuat Presiden memerintahkan komite dan Satgas untuk memastikan kesiapan setiap rumah sakit yang ada di provinsi. Menurut Doni, Presiden menginstruksikan agar para pihak mengoptimalkan fasilitas pemerintah pusat dan fasilitas pemerintah daerah yang ada.

“Alhamdulillah sampai hari ini ketersediaan bed (ranjang) untuk mereka yang mengalami positif Covid, baik OTG maupun gejala ringan, berat dan kritis masih tersedia,” lanjut Doni Monardo.

Dalam talkshow itu, Doni pun menyebutkan adanya penurunan tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di semua daerah. Pada awal November 2020, tingkat kepatuhan, akumulasi per minggu berada pada kisaran 86,17 persen.

Namun data menunjukkan trend menurun per minggu menjadi 84,93 persen, kemudian 84,26 persen, 81,24 persen, 81,06 persen. Trend kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat sedikit meningkat pada 6 Desember menjadi 81,65 persen.

“Tetapi turun lagi pada 24 Desember ini menjadi 80,34 persen. Itu tingkat kepatuhan menggunakan masker,” kata Doni lagi.

Trend menurun juga terlihat pada tingkat kepatuhan jaga jarak dan menghindari kerumunan di Indonesia pada awal November.

Lebih lanjut, Doni Monardo mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mengatasi pandemi corona di Indonesia. Menurutnya perlu kolaborasi dan juga gerakan yang masif di seluruh daerah dengan melibatkan seluruh komponen, terutama tokoh-tokoh nonformal yang dapat memberikan efek pengaruh langsung kepada masyarakat.

“Kami yakin kalau kita semua bekerja keras dengan ikhlas dan tulus, kita bisa,” kata Doni lagi.

Dia menyebutkan kunci satu-satunya untuk mengurangi kasus covid-19 saat ini adalah disiplin. Terlebih menurut Doni, Covid-19 merupakan virus yang dapat menular melalui aerosol. “Artinya ketika orang tidak menggunakan masker, ketika orang tidak menjaga jarak, maka proses transmisinya akan sangat cepat. Namun seseorang yang disiplin juga tidak menjamin dia tidak akan terpapar Covid, kalau dia tidak bisa mengajak orang di sekitarnya untuk disiplin. Ini sangat membutuhkan kerjasama, tidak bisa sendirian harus bersama-sama.”

Doni menyebutkan tantangan utama bangsa Indonesia di masa mendatang adalah bagaimana dapat secara kolektif mengajak seluruh orang di sekitar untuk patuh pada protokol kesehatan. Meskipun vaksin covid-19 sudah ada, akan tetapi menurutnya tidak dapat menjamin seseorang terbebas dari virus jika tidak disiplin.

“Janganlah ragu-ragu untuk menegur, mengingatkan, secara tegas kepada mereka yang tidak taat pada protokol kesehatan. Vaksin masih dalam proses, kalaupun ada vaksin, pak Presiden berpesan, tidak boleh lengah, tidak boleh kendor pada protokol kesehatan.”

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan penanganan Covid-19 secara nasional saat ini sudah jauh lebih baik. Dia mengaku pihaknya turut memonitor perkembangan dari berbagai daerah. Selain itu, sisi ekonomi Indonesia menurutnya juga mulai menunjukkan trend positif.

“Ekonomi Indonesia telah melampaui rock bottom yaitu di kuartal kedua, kuartal ketiga konstraksinya minus 3,49. Prediksi akhir tahun minus 2 hingga +0,36. Sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia telah kembali,” kata Menko Airlangga.

Menurut Airlangga, dampak terhadap perekonomian tersebut tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. “Apa yang dilakukan pemerintah ini sudah berada di track yang benar,” katanya.

Meskipun demikian, Menko Airlangga mengingatkan perlunya kerja keras dari semua pihak dalam menghadapi pandemi ini. “PR Indonesia masih banyak, karena pandemi Covid belum berakhir.”

Menurutnya vaksinasi merupakan salah satu pekerjaan rumah dan menjadi game changernya dalam menghadapi pandemi. Apalagi vaksinasi merupakan prioritas dari pemerintah.

Saat ini, kata dia, pemerintah sedang mempersiapkan detil vaksinasi gratis untuk masyarakat sambil menunggu izin yang diberikan oleh BPOM. “Kami yakin 2021 akan lebih baik dari 2020,” tandas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Simak perbincangan selengkapnya di video ini: