Ratusan orang dirawat karena 'penyakit misterius' di India | Foto: BBC Indonesia

RATUSAN orang dirawat di rumah sakit sementara satu lainnya dikabarkan meninggal dunia akibat ‘penyakit misterius’ yang melanda di India. Berbagai gejala mulai dari mual hingga kejang-kejang dirasakan korban. Tidak sedikit di antara mereka bahkan pingsan.

Demikian diungkapkan oleh dokter yang menangani korban ‘penyakit misterius’ di Eluru, negara bagian Andhra Pradesh, seperti dilansir BBC Indonesia, Senin, 7 Desember 2020 lalu.

Otoritas India sedang menyelidiki penyebab penyakit tak dikenal yang mulai terjadi pada akhir pekan itu. Di sisi lain, India masih berjibaku melawan pandemi virus corona.

Dilansir BBC, Andhra Pradesh telah menjadi salah satu negara bagian India yang paling parah terkena dampak. Lebih dari 80 ribu kasus positif corona. Daerah ini juga memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi ketiga di India.

Anehnya hasil tes terhadap korban ‘penyakit misterius’ tersebut justru menunjukkan bahwa mereka negatif Covid-19. Sampel darah para korban juga tidak menemukan bukti adanya infeksi virus.

“Kami mengenyampingkan pencemaran air atau polusi udara sebagai penyebab penyakit ini setelah petugas mendatangi daerah-daerah tempat orang jatuh sakit,” kata Menteri Kesehatan Andhra Pradesh Alla Kali Krishna Srinivas.

“Ini adalah penyakit misterius dan hanya analisis laboratorium yang akan mengungkapkan apa itu,” katanya lagi.

Sementara itu, Lembaga Kesehatan India menemukan adanya jejak logam timbal dan nikel dalam sampel darah yang diambil dari pasien ‘penyakit misterius’, yang dirawat di rumah sakit, di negara bagian Andhra Pradesh.

“Penyebabnya masih belum diketahui, tapi kami masih melakukan segala macam pengujian, termasuk pengujian makanan dan susu,” kata petugas pengawasan distrik Godavari Barat Eluru, Dolla Joshi Roy, seperti dilansir CNN Indonesia.

Pihak berwenang telah menguji sampel air di kota Eluru di Andhra Pradesh untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi, setelah semua pasien diketahui mengambil air dari sumber yang sama. Sampel telah dikumpulkan dari 57.863 rumah tangga dan dikirim ke laboratorium forensik.

Spesialis dari AllMS dan seorang ahli saraf dari luar Andhra Pradesh juga telah tiba di Eluru untuk melakukan tes neurotoksik lebih lanjut dan sedang menunggu hasilnya.[]