Lintasan Tol Sibanceh Seksi 4 ruas Indrapuri-Blangbintang yang baru diresmikan | Foto: SumateraPost.com/Boy Nashruddin Agus

WARGA Aceh dilarang melakukan perjalanan antar-daerah maupun luar provinsi dan luar negeri saat liburan dan cuti bersama jelang akhir tahun ini. Peraturan tersebut ditegaskan dalam Surat Edaran tentang Penegakan Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang Natal dan Tahun Baru 2021, demi mencegah peningkatan jumlah kasus penderita covid-19 di Aceh.

Dalam surat tersebut menyebutkan bagi mereka yang terpaksa melaksanakan perjalanan, maka harus memperhatikan Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19, “di mana setiap individu yang melaksanakan perjalanan harus memenuhi protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer.”

Dalam edaran yang ditandatangani oleh gubernur itu juga meminta bupati dan wali kota se-Aceh untuk meningkatkan pengawasan di pintu masuk kawasan daerah masing-masing.

Selain itu, dalam poin lainnya di SE itu juga menyebutkan tentang pelintas antar daerah wajib mengantongi surat hasil Test Rapid Antigen, yang berlaku selama 14 hari.

“Jika tidak memiliki surat keterangan, maka harus dilakukan Rapid Antigen dan jika ditemukan reaktif agar dilakukan swab dan sambil menunggu hasil swab agar diisolasi di tempat yang sudah ditentukan,” tulis butir lainnya.

Surat Edaran itu juga memerintahkan bupati dan wali kota se-Aceh untuk terus berkoordinasi dan memperkuat pelaksanaan Gerakan Nakes Aceh Cegah Covid 19 (GENCAR).

Sementara jam operasi bagi tempat usaha, seperti rumah makan atau restoran, warung kopi atau cafe, pusat perbelanjaan, pusat hiburan dan usaha lainnya yang bisa mengumpulkan orang banyak untuk sementara diwajibkan tutup paling telat pukul 22.00 WIB.

Pemberlakuan batas waktu operasional itu berlaku mulai 21 Desember kemarin hingga 4 Januari 2021 mendatang. []