Jubir Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani | Foto: Istimewa

STATUS enam dari tujuh daerah yang semula berada di zona kuning berisiko rendah terpapar Covid-19, kini meningkat menjadi zona oranye. Hanya Aceh Barat Daya (Abdya) yang menjadi daerah stabil di Aceh dengan status tetap berada di zona kuning.

“Hasil analisis data mingguan pandemi Covid-19 oleh Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menunjukkan semua kabupaten/kota di Aceh nilainya menurun,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media, Rabu, 30 Desember 2020.

Meskipun demikian, dari hasil analisis tersebut diketahui nilai untuk kabupaten Abdya juga turun dari 2,50 menjadi 2,44.

Penurunan itu tidak membuat Abdya serta merta masuk zona kuning.

Hal berbeda terlihat pada Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Penurunan jumlah juga terlihat pada 16 kabupaten/kota lainnya di Aceh yang pada pekan lalu berada di zona oranye, seperti Simeulue, Nagan Raya, Subulussalam, Aceh Jaya, dan Aceh Utara, Sabang, Aceh Barat, Langsa, Benar Meriah, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh dan Aceh Tamiang. Dari sejumlah daerah yang berada di zona oranye tersebut, hanya Singkil yang disebutkan memperlihatkan trend positif dari 2,23 menjadi 2,27.

“Zona oranye bukan zona aman dan semua elemen masyarakat harus bahu-membahu untuk memperbaiki situasi tersebut, sehingga menjadi zona kuning minggu depan,” harap SAG.

Pakar Satgas Covid-19 Nasional menghitung indikator berdasarkan data surveilans dan database rumah sakit online Kementerian Kesehatan untuk menetapkan zona satu daerah di Indonesia. Ada beberapa indikator yang masuk dalam penilaian seperti indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, diskoring dan pembobotan. Sejumlah indikator tersebut kemudian dijumlahkan.

Hasil penjumlahan nilai tersebut dikategorisasikan menjadi empat zona risiko; zona risiko tinggi (merah) : 0 – 1,80, zona risiko sedang (oranye): 1,81 – 2,40, zona risiko rendah (kuning): 2,41 – 3,0, dan zona tidak ada kasus (hijau): tidak tercatat kasus Covid-19 positif atau tidak ada penambahan kasus (konfirmasi) baru dalam empat minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100 persen.

“Data hasil skoring dan pembobotan setiap kabupaten/kota di atas penting bagi Satgas Covid-19, pemerintahan daerah, dan segenap komponen masyarakat untuk menakar kembali effort yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi pandemi Covid-19 di daerahnya,” tutur SAG.[]