Alquran yang merupakan kitab suci ummat Islam seringkali selamat dari amukan api, dalam sebuah kebakaran. Warga menganggap ini kuasa Allah


Kebakaran di Jalan Dapuan Tegal 12/78 Kelurahan Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantian menimbulkan tanda tanya. Pasalnya lidah api yang sukses melahap dua unit rumah dan satu unit sepeda motor itu, justru tidak “menjilat” Alquran dan beberapa buku Yasin yang ada di lokasi.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 18 Oktober 2020 kemarin. Musibah itu diduga terjadi lantaran kelalaian pemilik rumah yang meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. “Dilaporkan telah terjadi kebakaran di pemukiman di kawasan Dapuan Tegal. Untuk sementara, kebakaran diduga dari LPG, di mana oleh penghuni rumah saat memasak ditinggal,” ujar Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Dedik Irianto, seperti dilansir detik.com.

Peristiwa kebakaran itu langsung memantik perhatian publik karena tidak ada tanda-tanda hangus pada kitab suci ummat Islam tersebut. Begitu pula dengan tumpukan buku Yasin yang keduanya di simpan di dalam lemari, di salah satu rumah yang terbakar. Padahal, lemari tempat Alquran dan Yasin itu disimpan juga ikut terbakar. Beberapa buku lain yang ada di lemari juga tak luput dari jilatan api. “Anda lihat sendiri lemarinya sudah tidak berwujud. Gosong semua, dan hampir semuanya terbakar,” ujar Tari, salah satu tetangga korban yang menemukan Alquran tak terbakar di lemari.

Warga setempat langsung mengabadikan Alquran yang selamat dari musibah kebakaran tersebut. Mereka tampak kaget mengetahui keanehan ini. “Motornya aja ludes sisa rangka. Kulkas sama isinya aja udah gak karuan. Nah ini kuasa Allah, Alquran masih utuh nggak ada gosongnya sama sekali. Hanya basah saja,” kata Tari lagi. Dia mengatakan Alquran itu basah lantaran terkena air saat proses pemadaman dilakukan.

Penelusuran yang dilakukan sumaterapost.com menemukan kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Fenomena yang sama juga pernah dilaporkan dari Jalan Nuri Baru, Lorong 3 RT 002 RW 5 Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, Kota Makassar pada Sabtu, 7 Desember 2019 lalu. Berdasarkan unggahan tribuntimur.com, diketahui peristiwa kebakaran di Bontorannu tersebut menyebabkan lima rumah penduduk hangus dilahap api. Sementara dua unit rumah lainnya ikut terdampak kebakaran.

Dalam kebakaran tersebut, nyaris semua barang berharga sang pemilik rumah tidak dapat diselamatkan. Warga korban yang bersedih, saat itu sempat mengais-ngais puing bekas kebakaran. Mereka begitu terkejut ketika menemukan sejumlah Alquran bersama Iqra selamat dari amuk api di rumah kakek S Dg Liwang.

Pemandangan ini turut menjadi tontonan dan perbincangan warga.

Tak hanya itu, kisah tentang Alquran yang selamat dari musibah kebakaran juga pernah terjadi di Kompleks Asrama Kodam V Brawijaya, Jalan Ksatrian, Surabaya, pada Sabtu, 29 Februari 2020 lalu. Dilansir dari ngopibareng.id, peristiwa yang menyebabkan kerusakan 100 persen pada fisik bangunan asrama tersebut, justru tidak berdampak sama sekali pada satu buah Alquran yang diletakkan di meja saat kejadian.

“Kerusakan di ruang tamu 100 persen, kamar juga habis. Tapi, saya pas ngecek langsung ternyata ada Alquran yang masih utuh dan bisa dibaca semua tulisannya, hanya pinggirnya ada bekas terbakar sedikit,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Bambang Vistiadi, 1 Maret 2020 lalu, seraya menyebutkan bahwa hal seperti itu sudah biasa dilihatnya dalam sebuah peristiwa kebakaran.

Kisah Alquran selamat dari amukan api dalam sebuah peristiwa kebakaran hebat juga pernah dilansir oleh merdeka.com, Selasa, 15 Mei 2015 lalu. Dalam kejadian yang menghanguskan ribuan toko di Pasar Johar dan Pasar Yaik, Jalan H Agus Salim, Kota Semarang, Jawa Tengah tersebut juga dilaporkan tentang ribuan kitab suci Alquran yang selamat dari api. Hal yang menjadi aneh adalah buku lain milik Haryo, korban kebarakan, yang ada di toko lantai dua di samping kanan kirinya tempat Alquran disimpan ikut hangus terbakar.

Haryo mengaku heran dengan peristiwa ini. Padahal Alquran dan kitab yang selamat tersebut disimpan di kotak kayu berlapis seng itu tidak terbakar. Padahal buku-buku lain miliknya di dalam toko semuanya ludes terbakar.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan ilmiah terkait beberapa peristiwa aneh yang berkaitan dengan Alquran tersebut. Warga menganggap semua hal ini adalah “kuasa Allah”, seperti pengakuan Tari, yang menemukan Alquran selamat di lokasi kebakaran Jalan Dapuan Tegal 12/78 Kelurahan Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya itu.[]