Fajarullah, Rizka Maulida, dan Haris Rahmat Pratama | Dok Ist

KONDISI yang serba terbatas akibat pemberlakuan jaga jarak dan belajar di rumah oleh pemerintah tidak menjadi hambatan bagi orang-orang kreatif untuk terus beraktivitas. Di tengah himpitan ekonomi lantaran pandemi, tak jarang bagi mereka yang survive justru mendatangkan ilham untuk membuka lapangan usaha.

Mungkin hal ini yang merasuki para alumni English Student Association (ESA) Fajarullah, Rizka Maulida dari UIN, dan Haris Rahmat Pratama. Bermodal patungan, ketiga jebolan Bahasa Inggris dari Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar Raniry tersebut nekat membuka kursus atau bimbingan belajar (Bimbel) Bahasa Inggris untuk semua kalangan.

Bimbel “Belajar Inggris” demikian nama tempat kursus mereka. Lokasinya berada di Jalan Cumi-cumi, Nomor 15, Lampriet, Kota Banda Aceh.

Bimbel tersebut baru saja launching pada Selasa, 15 September 2020.

“Ide ini berawal setelah ditundanya sebuah proyek mengajar Bahasa Inggris pada salah satu SMA di Banda Aceh. Proyek yang semestinya mulai berjalan sejak Juli-September 2020 itu ditunda karena situasi pandemi covid-19,” kata Rizka Maulida, salah satu pendiri “Belajar Inggris” ini.

Program ekstrakurikuler itu sebelumnya disisip ketika jam belajar istirahat siswa kelas satu, di salah satu SMA, di Banda Aceh. Sementara pengajarnya adalah Fajarullah, Rizka Maulida, dan Haris Rahmat Pratama. Sayang sekali, program tersebut berhenti lantaran pandemi. Sekolah menghentikan aktivitas belajar tatap muka, dan proyek mereka pun ditunda.

“Lalu kami bertiga mufakat bagaimana kalau wacana mengajar di kelas-kelas sekolah ini diubah saja dengan membuka bimbingan belajar di tempat khusus. Sehingga kami sepakat untuk membuka Belajar Inggris ini,” jelasnya.

Ada beberapa jenis kelas yang mereka tawarkan lewat Belajar Inggris tersebut. Mulai dari kelas dasar, menengah, atas bahkan bagi mahasiswa pascasarjana dan dari berbagai profesi lainnya.

Sistem belajarnya pun ditawarkan dua pilihan: tatap muka atau belajar daring. Nantinya para siswa yang ikut bimbel akan dipandu oleh tiga pendiri Belajar Inggris yang turut dibantu oleh staf pengajar lain.[]