Ilustrasi | Foto: Sindo

MATAHARI hari ini, Senin, 7 September 2020, berada jauh di atas kepala warga Sabang. Jika berdiri di tempat terbuka, maka dipastikan orang-orang yang berdiri tegak di kawasan Pulau Weh Sabang tidak akan melihat bayangan di sekeliling tanah. Cuaca begitu cerah dengan suhu tercatat mencapai sekitar 29 derajat Celcius.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan tertulisnya menyebutkan bahwa hari tanpa bayangan ini terjadi karena bidang ekuatro bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika, atau bidang revolusi bumi. Hal ini menyebabkan posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 LU hingga 23,5 LS. Fenomena tersebut disebut sebagai gerak semu harian matahari.

Sementara astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo seperti dilansir Kompas.com, mengatakan, hari tanpa bayangan matahari adalah suatu hari bagi suatu tempat tertentu di mana manusia dan obyek lain yang berdiri tegak akan kehilangan bayang-bayangnya.

Marufin menyebutkan hari tanpa bayangan matahari terjadi ketika altitude Matahari tepat 90 derajat, sehingga matahari tepat berada di titik Zenith atau titik tertinggi yang bisa dicapai peredaran benda langit.

“Kulminasi atas terjadi saat altitude matahari mencapai maksimum pada hari itu,” kata Marufin.

Hari tanpa bayangan terjadi dua kali setahun untuk kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan).
Sementara, untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali setahun yakni ketika Solstis Juni (21/22 Juni) maupun Solstis Desember (21/22 Desember). Di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di Zenit ketika tengah hari sepanjang tahun.

Informasi yang dihimpun dari akun Instagram Pussain Lapan menyebutkan fenomena hari tanpa bayangan di kawasan Sumatra dimulai Senin, 7 September 2020. Sabang menjadi daerah pertama yang mengalami fenomena ini.

Kemudian pada Selasa, 8 September 2020, fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di Banda Aceh pada pukul 12.37.57 WIB, selanjutnya Medan pada 11 September pada waktu yang sama, dan Gunung Sitoli pada 19 September 2020.

Warga Padang akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada 25 September 2020, selanjutnya Muarasiberut pada 27 September 2020, dan Pekanbaru pada 21 September 2020.

Menyusul kemudian Tanjungpinang 20 September 2020, Kepulauan Natuna pada 12 September 2020, Jambi 26 September, Bengkulu 2 Oktober, Enggano 6 Oktober, Palembang 30 September, Pangkalpinang 28 September, Manggar 30 September, dan Bandarlampung 6 Oktober.[]