Ilustrasi

ENAM terpidana pelanggaran syariat Islam menjalani eksekusi cambuk di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Kamis, 24 September 2020 pagi. Satu diantara tervonis adalah Roni bin M Hasan yang tersandung kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

Majelis Hakim Mahkamah Syariah mengganjar Roni bin M Hasan dengan 175 kali cambukan setelah terbukti bersalah melanggar Pasal 50 jo Pasal 1 Angka 30 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014, tentang hukum jinayat. Namun eksekusi terhadap terdakwa ditunda lantaran Roni mengaku kesakitan saat eksekusi baru berjalan 48 kali cambukan.

“Di punggungnya lecet berat, jika dilanjutkan, dipukul di tempat yang sama, maka pembuluh darahnya akan pecah. Sebaiknya ditunda dahulu,” kata Tim Kesehatan 119, dr Sarah kepada awak media.

Dia menyebutkan kondisi terhukum sebelumnya baik-baik saja, meskipun terlihat ketakutan. Roni juga terlihat beberapa kali mengangkat tangan karena mengaku kesakitan saat eksekusi dilakukan.

Tim medis pun memperkirakan kondisi kesehatan Roni baru bakal pulih sepekan ke depan.

Selain Roni, Kejaksaan Negeri Banda Aceh juga turut mengeksekusi lima terpidana maisir pada hari yang sama. Kelima terpidana itu adalah T Armia bin Alm TM Hasan, Zulfikar bin M Nur, Ikhwani bin Alm M Daud, Muksalmina bin Rasyidin, dan Zainal Mahyal Muslem bin Muslem.

Ke lima terpidana itu terbukti bersalah melanggar Pasal 18 jo Pasal 1 Angka 22 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 dan diganjar enam kali cambukan.[]